13 April 2017

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW30-31-32: Ganti Singgasana FK69, Beuh Bebel, dan Ronarid FC

Mohon dimaafkan kesalahan admin untuk belum mengupdate review dalam 3 pekan. Perlu diingat bahwa dalam tiga hari ada perayaan Tri Hari Suci. Sesungguhnya selain kesibukan untuk fotokopi dan ganti-ganti print surat sekehendak bos sampai satu hutan habis, ihwal 3 itu ada faktor kebetulan yang kudus. Percayalah.
 
Pada GW30, FPL Ngalor Ngidul menempatkan FK69 sebagai yuara GW dengan selisih 8 poin atas Gumregah United dan Orak Arik FC di mposisi berikutnya. Adapun dalam GW ini lagi-lagi PSKPS tersungkur, kali ini bersama-sama dengan Beuh Bebel dengan 28 poin. Pada GW ini juga didapati hasil seri yang jarang-jarang terjadi di HtH yakni atas Berkah FC dan tim yang terakhir kali yuara GW adalah pada GW1 MUSIM LALU, Yuara FC.
 
GW31, singgasana diangkut oleh Beuh Bebel sekaligus membawanya ke puncak Golgota dalam klasemen finansial mengangkangi duo legenda Gumregah United dan Berkah FC. Beuh Bebel bahkan telah meraih 5 kali yuara GW. Sebuah fenomena karena bahkan tim sekelas archie's babes dan Plentus FC belum pernah meraih yuara GW. Sungguh dunia tidak adil. Hish.
 
Namun keadilan kiranya muncul di GW ke 32. Kali ini kisahnya mirip dengan GW29. Ya, Ronarid FC kembali meraih yuara GW. Kali ini untuk keempat kalinya dan dengan cara telikung ala pleboi seperti GW29 yang lalu. Kali ini Ronarid FC mengangkangi Berkah FC dengan selisih 1 poin saja. Berkah FC minus 4 sedangkan Ronarid FC minus 12. Keadilannya adalah dalam pertemuan di HtH. Selisih 1 poin tentu tidak relevan dengan selisih 8 angka. Dengan demikian, pedihnya ditikung sebenarnya sudah dibalas oleh Berkah FC di HtH.
 
Soal tikung menikung ini menarik karena sebenarnya susunan pemain kedua tim cukup berbeda. Di pertahanan Berkah FC punya Valdes, Alonso, McAuley, dan Yoshida. Keempat pemain ini menyumbang angka besar, 24. Dalam hal ini Ronarid FC kalah karena komposisi Grant, Davies, Gibson, dan McAuley hanya menghasilkan 16 angka saja. Ronarid FC memilih kapten Hazard yang menghasilkan 20 angka, ditunjang King, Alli, dan Zaha yang ketiganya memberikan 28 poin. Sedangkan lini tengah Berkah FC hanya memiliki Son dengan nilai 19. Adapun Sane, Sigurdsson, dan Sanchez hanya memberi 7 poin. Lini depan Berkah FC kembali memberi angka besar dalam diri kapten Ibrahimovic (24) dan Lukaku 13, ditambah receh dari Gray (2). Sedangkan trio biru di Ronarid FC memberikan poin 26 yang separuhnya milik Lukaku dan sisanya patungan Vardy dan Costa.


Apa yang menarik?
 
Tentu saja karena jadwal menempatkan Arsenal melawan Crystal Palace di match terakhir. Dan sebelum pertandingan itu Berkah FC sudah memiliki poin 87 dan Ronarid FC baru 79. Penampilan Zaha yang menggila dengan dua assist kepleset bersamaan dengan buruknya performa Alexis Sanchez yang hanya mendulang dua poin. Wis, ketikung, dah.
 
Klasemen finansial pada akhirnya dikuasai oleh lima kapitalis yang mewakili konglomerat hitam pengemplang pajak sekaligus politisi busuk yang berkuasa. Ah, ekonomi!

Related Posts

0 komentar:

Komen, yuk!