21 April 2017

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW33: Kudeta Gumregah United

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW33: Kudeta Gumregah United
Sesudah dikudeta dari pucuk pimpinan seperti halnya DPR--lalu kemudian balik lagi--atau DPD--lalu kemudian rakyat bertanya-tanya guna DPD itu apa--tampaknya Borbor O'Barabir selaku manaher dari Gumregah United begitu jengah. Tanpa tedeng aling-aling, Gumregah United langsung mengangkangi Beuh Bebel kembali. Sebuah pembalasan dalam waktu singkat oleh legenda FPL Ngalor Ngidul namun tidak pernah yuara musim ini.
 
AU WIS MALES MAEN FPL. HIH!
 
By the way, yang saya maksud adalah klasemen finansial di FPL Ngalor Ngidul. Kalau klasemen umum masih dikuasai Berkah FC (lagi) dengan selisih nyaris 100 poin dari Gumregah United di posisi kedua dan 510, ehm, LIMA RATUS SEPULUH POIN dari FK69 di juru kunci klasemen ultimate. Tampaknya, Berkah FC hanya tinggal menunggu waktu untuk bisa jadi yuara musim lagi, kecuali kemudian ada tragedi triple captain layaknya musim-musim lalu terjadi pada Robin van Persie, Gareth Bale, dan Kunti Aguero. Triple captain yang mengubah banyak hal.
 

Gumregah United terbilan terlalu dominan karena berselisih 14 poin dengan Orak Arik FC di posisi kedua. GW33 memang nyaris tanpa perlawanan. Bermodal minus 8, Gumregah United mendulang poin dari Ben Davies, Roberto Firmino Utino, Leroy San(g)e, Dele Alli, Jamie Vardy, Romelu Lukaku, dan H. Kane. Pemilihan kapten menjadi kunci karena Kane sendirian meraih 24 poin dalam posisinya sebagai kapten.
 
Pemilihan Ben Davies sendiri begitu penting karena dia sendirian di sisi kiri Spurs, termasuk juga memainkan Firmino alih-alih Coutinho yang jelas-jelas bagus karena mantan pemain Inter. Gumregah United juga memetik kebangkitan Leicester City dengan total 11 poin dari Vardy dan pemain yang ada dimana-mana, Ndi(n)di. Di Gumregah United ada 2 pergantian otomatis yakni Alonso yang digantikan Maya Yoshida dan Theo Walcott yang digantikan pemain yang ada dimana-mana itu tadi.
 
Untuk sekadar menambah kepahitan, mari kita sekali-sekali membahas Orak Arik FC yang tidak pernah yuara itu. Kiper sudah sama dengan Gumregah United, yakni Lee Grant yang musim ini sukses bikin Stoke City lupa sama Jack Butland. Selain itu, Orak Arik FC juga punya Dele Alli, Ndidi, Vardy, dan Kane yang sama persis Gumregah United. Faktor pembeda tentu saja selisih 8 poin dari kembar beda nasib Firmino dan Coutinho karena vice captain Orak Arik FC tersebut hanya mendulang 3 angka. Seain itu pula, faktor Romelu Lukaku menjadi pembeda. Terlebih di luar itu Orak Arik FC hanya mengandalkan Joshua King dan Wilfried Zaha yang poinnya minion.
 
INI KENAPA DARI TADI MAU NULIS ORAK ARIK FC JADI ORAK ARIF FC SIH? MBEL.
 
Pertarungan menjadi tidak lagi begitu sengit karena jarak sudah dibentuk layaknya jarak Anies dan Ahok. Ah, bukankah para pecundang lain sudah melawan sehormat-hormatnya?
 
AHOKERS MENGHIBUR DIRI!
 
Jangan lupa bahwa pekan berikutnya akan berserakan double GW, diawali dua game yang akan dilakoni Crystal Palace dan Middlesbrough. So, jangan lupa beli Negredo! Merdeka!

13 April 2017

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW30-31-32: Ganti Singgasana FK69, Beuh Bebel, dan Ronarid FC

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW30-31-32: Ganti Singgasana FK69, Beuh Bebel, dan Ronarid FC
Mohon dimaafkan kesalahan admin untuk belum mengupdate review dalam 3 pekan. Perlu diingat bahwa dalam tiga hari ada perayaan Tri Hari Suci. Sesungguhnya selain kesibukan untuk fotokopi dan ganti-ganti print surat sekehendak bos sampai satu hutan habis, ihwal 3 itu ada faktor kebetulan yang kudus. Percayalah.
 
Pada GW30, FPL Ngalor Ngidul menempatkan FK69 sebagai yuara GW dengan selisih 8 poin atas Gumregah United dan Orak Arik FC di mposisi berikutnya. Adapun dalam GW ini lagi-lagi PSKPS tersungkur, kali ini bersama-sama dengan Beuh Bebel dengan 28 poin. Pada GW ini juga didapati hasil seri yang jarang-jarang terjadi di HtH yakni atas Berkah FC dan tim yang terakhir kali yuara GW adalah pada GW1 MUSIM LALU, Yuara FC.
 
GW31, singgasana diangkut oleh Beuh Bebel sekaligus membawanya ke puncak Golgota dalam klasemen finansial mengangkangi duo legenda Gumregah United dan Berkah FC. Beuh Bebel bahkan telah meraih 5 kali yuara GW. Sebuah fenomena karena bahkan tim sekelas archie's babes dan Plentus FC belum pernah meraih yuara GW. Sungguh dunia tidak adil. Hish.
 
Namun keadilan kiranya muncul di GW ke 32. Kali ini kisahnya mirip dengan GW29. Ya, Ronarid FC kembali meraih yuara GW. Kali ini untuk keempat kalinya dan dengan cara telikung ala pleboi seperti GW29 yang lalu. Kali ini Ronarid FC mengangkangi Berkah FC dengan selisih 1 poin saja. Berkah FC minus 4 sedangkan Ronarid FC minus 12. Keadilannya adalah dalam pertemuan di HtH. Selisih 1 poin tentu tidak relevan dengan selisih 8 angka. Dengan demikian, pedihnya ditikung sebenarnya sudah dibalas oleh Berkah FC di HtH.
 
Soal tikung menikung ini menarik karena sebenarnya susunan pemain kedua tim cukup berbeda. Di pertahanan Berkah FC punya Valdes, Alonso, McAuley, dan Yoshida. Keempat pemain ini menyumbang angka besar, 24. Dalam hal ini Ronarid FC kalah karena komposisi Grant, Davies, Gibson, dan McAuley hanya menghasilkan 16 angka saja. Ronarid FC memilih kapten Hazard yang menghasilkan 20 angka, ditunjang King, Alli, dan Zaha yang ketiganya memberikan 28 poin. Sedangkan lini tengah Berkah FC hanya memiliki Son dengan nilai 19. Adapun Sane, Sigurdsson, dan Sanchez hanya memberi 7 poin. Lini depan Berkah FC kembali memberi angka besar dalam diri kapten Ibrahimovic (24) dan Lukaku 13, ditambah receh dari Gray (2). Sedangkan trio biru di Ronarid FC memberikan poin 26 yang separuhnya milik Lukaku dan sisanya patungan Vardy dan Costa.


Apa yang menarik?
 
Tentu saja karena jadwal menempatkan Arsenal melawan Crystal Palace di match terakhir. Dan sebelum pertandingan itu Berkah FC sudah memiliki poin 87 dan Ronarid FC baru 79. Penampilan Zaha yang menggila dengan dua assist kepleset bersamaan dengan buruknya performa Alexis Sanchez yang hanya mendulang dua poin. Wis, ketikung, dah.
 
Klasemen finansial pada akhirnya dikuasai oleh lima kapitalis yang mewakili konglomerat hitam pengemplang pajak sekaligus politisi busuk yang berkuasa. Ah, ekonomi!