15 January 2017

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW21: Saat Penentuan Yuara GW Membutuhkan Fatwa

Musim kelima FPL Ngalor Ngidul sekaligus musim kedua yang menggunakan perhitungan finansial ini agak ribet. Sesudah 2 GW yang memunculkan dua tim berpoin sama hingga akhirnya penggunaan ketentuan minus paling minim dikeluarkan, kini muncul perkara lanjutan yang membutuhkan diskusi ketat dan tajam di jajaran petinggi regulasi FPL Ngalor Ngidul sehingga diputuskan bahwa...
 
Ah, nanti dulu.
 
Pekan ketat minggu ini ditandai dengan penampilan brilian Alexis Sanchez, Harry Kane, hingga Marcos Alonso. Beberapa kecele karena menggunakan Giroud yang sungguh disayangkan tersandung pada menit 60. Untungnya dia ditarik keluar sesudah mencetak 1 gol.
 
Pada klasemen FPL Ngalor Ngidul Classic, Berkah FC masih memimpin, diikuti oleh perwakilan perbatasan Indonesia dengan Australia, South Mountain dalam asuhan Octavianus dismas Baskoro. Liverpool-nya FPL Ngalor Ngidul, Gumregah United, ada di posisi ketiga. Selanjutnya @MilAnung7 dalam asu-han Anung Mahardhika mentas di posisi keempat. Di bagian kaki, Bianca Verde FC, Ronarid FC, Yuara FC, Sepatu Perak FC, dan Vler kuda bersaing sendiri seolah berada di divisi Liga Nusantara.
 
Baik di klasemen klasik dan ultimate, dua tim yang tadinya semenjana--dan sampai sekarang belum pernah menjuarai musim FPL, yakni FK69 dan Wala Wala FC sama-sama membukukan 93 poin. Angka yang sama persis.
 
Bagi FK69, angka 93 itu sudah maksimal, terutama karena cadangannya tidak ada yang bernilai bagus. Seandainya saja Wala Wala FC menukar Daniels dengan Reid, kita tidak perlu rapat dengan komisi fatwa karena otomatis skor milik Wala Wala FC akan mengungguli FK69.
 
Oya, sebelum dibilang penistaan, fatwa yang dimaksud dalam artikel ini adalah definisi kedua dalam KBBI V yakni 'nasihat orang lain', 'pelajaran baik', dan 'petuah'.
 
Angka sama-sama 93, jika dihitung minus tersedikit selintas saja maka FK69 menang. Soalnya minus dia ndok, Wala Wala FC minus 8. Masalahnya, ternyata minus ndok itu terjadi karena FK69 menggunakan wildcard. Hal ini yang menjadi perdebatan sengit dan ketat semacam GT-Man dalam sidang komisi disiplin, komisi judi, hingga komisi broker properti kurang sip bernama Fahmi Wicaksono.
 

Pada akhirnya, diputuskan bahwa terjadi yuara GW bersama. Sebuah keputusan yang sangat meng-Indonesia. Hampir mirip dengan kisah ikatan alumni STAN tempo hari yang sangat musyawarah mufakat itu.
 
Baik FK69 dan Wala Wala FC mendulang poin dahsyat dari Alexis Sanchez. Rupanya, kedua manajer terinspirasi dari kata-kata Anies Baswedan dalam debat Calon Gubernur DKI Jakarta. Selain, Alexis, kedua tim mendulang banyak poin dengan cara yang berbeda.


FK69 misalnya, mendapatkan poin besar dari Kane (17) dan Heaton-Eriksen (10). Sedangkan Wala Wala FC meraih angka tinggi dari Alonso (21) dan Antonio (15). Lebih seru lagi karena FK69 punya pemain dengan poin 0 yakni Van Aanholt. Sedangkan, Wala Wala FC mengandalkan 2 striker murah yang poinnya juga minimalis, Gray dan Negredo, masing-masing hanya punya 2 poin.
 
Keputusan juara bersama ini benar-benar merusak spreadsheet FPL Ngalor Ngidul seperti halnya 2 GW lain yang bikin perkara. Tapi itulah serunya FPL Ngalor Ngidul. Adanya dewan menyebabkan keputusan di luar regulasi yang telah ditetapkan musim lalu bisa diambil secepat kilat. Apalagi dewan FPL Ngalor Ngidul itu rerata isinya adalah pengusaha, hanya admin saja yang berprofesi sebagai tukang fotokopi.
 
Gumregah United dan Beuh Bebel lagi-lagi belum terusik di pucuk. Sementara Wala Wala FC merangsek ke nomor 6 dan FK69 mulai menihilkan minusnya yang tadinya banyak sekali itu menjadi lebih baik dari Sepatu Perak FC dan Jong Celebes. Dua nama yang disebut terakhir ini memang yuara antah berantah. Nggak jelas bau-bau pernah yuara GW.
 
Pekan depan, kita akan disuguhi partai-partai menarik, seperti halnya Partai Perindo. Liverpool diperkirakan mendulang angka dari Swansea yang belum mendapat kestabilan di bawah Paul Clement. Pelatih baru Hull diuji Chelsea nan garang. Nggak tahu apakah Diego Costa jadi dijual ke Tiongkok apa tidak. Masih ada pula duel sengit yang boleh jadi bikin Pep Guardiyola dipecat, Manchester City versus Tottenham Hostspur. Negredo dan Antonio berpotensi bunuh-bunuhan, apalagi West Ham sangat moncer di luar kandang. Mari mengatur hati, formasi, dan jiwa untuk menyambut pekan depan yang lebih luar biasa! Karena menabung tidak pernah rugi! 

Ciao!

Related Posts

0 komentar:

Komen, yuk!