24 January 2017

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW22: Kemenangan Membosankan Gumregah United

Chelsea memetik keuntungan dari tersendatnya Tottenham Hotspur gegara dua blunder pekok Hugo Lloris. Hampir semakin untung kalau saja Alexis Sanchez tidak menceploskan bola pada tendangan nyaris terakhir versus Burnley. Adapun Liverpool rupanya tidak bisa kita harapkan karena berhadapan dengan Swansea yang jadi ladang pembantaian banyak tim, Si Merah malah kalah.
 
Nah, adapun tim legendaris tidak pernah yuara juga ada di FPL Ngalor Ngidul, namanya Gumregah United. Tim yang pertama kali muncul di FPL diantara para kontestan FPL Ngalor Ngidul. Tim yang tadinya bernama Wes Ewes Ewes FC ini selalu jadi unggulan di tiap liga dan selalu kalahan pada akhirnya.
 
Namun perubahan nama membawa barokah. Dari 22 GW, Gumregah United sudah menguasai 4 diantaranya, alias nyaris 20 pe Arsen. Sungguh dunia tiada adil karena sebenarnya ada archie's babes, Orak Arik FC, GEDE BAGE Calcio II, Yuara FC, dan Plentus FC yang belum pernah yuara GW. Kasihan.
 
Layaknya pekan-pekan membosankan lain, Gumregah United menguasai GW22 hanya dengan 69 poin. Nilai ini adalah tertinggi kedua dari capaian Gumregah United selaku yuara GW. Pertama kali yuara poinnya 78, kemudian 61, lantas 64. Kalau mau dibandingkan, poin 69 itu bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan angka 93 yang bikin heboh majelis pekan silam. Namun Gumregah United ada pada saat yang tepat karena yang lama lebih bosok lagi. Adapun Gumregah United bersaing ketat dengan tim yang perlahan menuju dasar klasemen, Sepatu Perak FC. Tiga angka memisahkan keduanya, angka yang sama dengan selisih yang diciptakan antara Sepatu Perak FC dengan duet Doa Mama Season V dan FK69.
 

Kesuksesan Gumregah United tentu saja dibantu penggunaan wildcard dan pemilihan pemain mumpuni dalam diri Gareth McAuley yang mendulang 12 poin sendiri. Alexis si penentu juga dimiliki oleh Gumregah United. Adapun dengan nilai rerata 6 tampil sederet pemain mulai dari Courtois, Smith, Chambers, Yoshida, Milner, dan Diego Costa. Adapun nama terakhir adalah kapten sehingga faktor ini menjadi pembeda Gumregah United dengan lainnya.
 
Adapun hasil ini mengangkat Gumregah United lebih tinggi di klasemen finansial, meninggalkan Beuh Bebel, apalagi Berkah FC, PSKPS, Ngodo FC, dan Wala Wala FC. Sedangkan tim seperti GEDE BAGE Calcio II dan Yuara FC ngalamat di-overlap macam Alex Yoong dahulu di Minardi.
 
Yah, segitu saja, admin lagi sibuk mereview laporan keuangan instansi. Daripada nanti saya tulis Aset Tetap Dibayar Di Muka pada saldo finansial, lebih baik kita sudahi. Ciao!

15 January 2017

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW21: Saat Penentuan Yuara GW Membutuhkan Fatwa

Musim kelima FPL Ngalor Ngidul sekaligus musim kedua yang menggunakan perhitungan finansial ini agak ribet. Sesudah 2 GW yang memunculkan dua tim berpoin sama hingga akhirnya penggunaan ketentuan minus paling minim dikeluarkan, kini muncul perkara lanjutan yang membutuhkan diskusi ketat dan tajam di jajaran petinggi regulasi FPL Ngalor Ngidul sehingga diputuskan bahwa...
 
Ah, nanti dulu.
 
Pekan ketat minggu ini ditandai dengan penampilan brilian Alexis Sanchez, Harry Kane, hingga Marcos Alonso. Beberapa kecele karena menggunakan Giroud yang sungguh disayangkan tersandung pada menit 60. Untungnya dia ditarik keluar sesudah mencetak 1 gol.
 
Pada klasemen FPL Ngalor Ngidul Classic, Berkah FC masih memimpin, diikuti oleh perwakilan perbatasan Indonesia dengan Australia, South Mountain dalam asuhan Octavianus dismas Baskoro. Liverpool-nya FPL Ngalor Ngidul, Gumregah United, ada di posisi ketiga. Selanjutnya @MilAnung7 dalam asu-han Anung Mahardhika mentas di posisi keempat. Di bagian kaki, Bianca Verde FC, Ronarid FC, Yuara FC, Sepatu Perak FC, dan Vler kuda bersaing sendiri seolah berada di divisi Liga Nusantara.
 
Baik di klasemen klasik dan ultimate, dua tim yang tadinya semenjana--dan sampai sekarang belum pernah menjuarai musim FPL, yakni FK69 dan Wala Wala FC sama-sama membukukan 93 poin. Angka yang sama persis.
 
Bagi FK69, angka 93 itu sudah maksimal, terutama karena cadangannya tidak ada yang bernilai bagus. Seandainya saja Wala Wala FC menukar Daniels dengan Reid, kita tidak perlu rapat dengan komisi fatwa karena otomatis skor milik Wala Wala FC akan mengungguli FK69.
 
Oya, sebelum dibilang penistaan, fatwa yang dimaksud dalam artikel ini adalah definisi kedua dalam KBBI V yakni 'nasihat orang lain', 'pelajaran baik', dan 'petuah'.
 
Angka sama-sama 93, jika dihitung minus tersedikit selintas saja maka FK69 menang. Soalnya minus dia ndok, Wala Wala FC minus 8. Masalahnya, ternyata minus ndok itu terjadi karena FK69 menggunakan wildcard. Hal ini yang menjadi perdebatan sengit dan ketat semacam GT-Man dalam sidang komisi disiplin, komisi judi, hingga komisi broker properti kurang sip bernama Fahmi Wicaksono.
 

Pada akhirnya, diputuskan bahwa terjadi yuara GW bersama. Sebuah keputusan yang sangat meng-Indonesia. Hampir mirip dengan kisah ikatan alumni STAN tempo hari yang sangat musyawarah mufakat itu.
 
Baik FK69 dan Wala Wala FC mendulang poin dahsyat dari Alexis Sanchez. Rupanya, kedua manajer terinspirasi dari kata-kata Anies Baswedan dalam debat Calon Gubernur DKI Jakarta. Selain, Alexis, kedua tim mendulang banyak poin dengan cara yang berbeda.


FK69 misalnya, mendapatkan poin besar dari Kane (17) dan Heaton-Eriksen (10). Sedangkan Wala Wala FC meraih angka tinggi dari Alonso (21) dan Antonio (15). Lebih seru lagi karena FK69 punya pemain dengan poin 0 yakni Van Aanholt. Sedangkan, Wala Wala FC mengandalkan 2 striker murah yang poinnya juga minimalis, Gray dan Negredo, masing-masing hanya punya 2 poin.
 
Keputusan juara bersama ini benar-benar merusak spreadsheet FPL Ngalor Ngidul seperti halnya 2 GW lain yang bikin perkara. Tapi itulah serunya FPL Ngalor Ngidul. Adanya dewan menyebabkan keputusan di luar regulasi yang telah ditetapkan musim lalu bisa diambil secepat kilat. Apalagi dewan FPL Ngalor Ngidul itu rerata isinya adalah pengusaha, hanya admin saja yang berprofesi sebagai tukang fotokopi.
 
Gumregah United dan Beuh Bebel lagi-lagi belum terusik di pucuk. Sementara Wala Wala FC merangsek ke nomor 6 dan FK69 mulai menihilkan minusnya yang tadinya banyak sekali itu menjadi lebih baik dari Sepatu Perak FC dan Jong Celebes. Dua nama yang disebut terakhir ini memang yuara antah berantah. Nggak jelas bau-bau pernah yuara GW.
 
Pekan depan, kita akan disuguhi partai-partai menarik, seperti halnya Partai Perindo. Liverpool diperkirakan mendulang angka dari Swansea yang belum mendapat kestabilan di bawah Paul Clement. Pelatih baru Hull diuji Chelsea nan garang. Nggak tahu apakah Diego Costa jadi dijual ke Tiongkok apa tidak. Masih ada pula duel sengit yang boleh jadi bikin Pep Guardiyola dipecat, Manchester City versus Tottenham Hostspur. Negredo dan Antonio berpotensi bunuh-bunuhan, apalagi West Ham sangat moncer di luar kandang. Mari mengatur hati, formasi, dan jiwa untuk menyambut pekan depan yang lebih luar biasa! Karena menabung tidak pernah rugi! 

Ciao!

04 January 2017

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW20: Pecahnya Telur FK69

Pada GW 20 akhirnya FPL Ngalor Ngidul kembali menelurkan yuara GW baru. Kali ini, pesakitan abadi dalam diri FK69 yang dimanajeri oleh MAWAR (sesuai arahan manajer Doa Mama Season V, mengingat citra FK69 sebagai pemuda rumah ibadah nan budiman) akhirnya lepas dari jebakan tidak pernah yuara GW setelah memenangi GW20 dengan sangat mutlak.
 

Meski tidak setinggi rekor Ronarid FC, namun capaian angka 86 milik FK69 sungguh menjadi catatan tersendiri. Pemilihan pemainnya sangat sweet. Mulai dari kiper sudah absurd tapi terbukti benar. Memilih Hugo Lloris yang berhadapan dengan Chelsea sejatinya bikin tetek dahi berkerut, namun nilai 6 berhasil diraih. Menjadi semakin unik karena di saat tim lain punya 2-3 pemain Chelsea, FK69 malah mengambil 3 pemain West Brom! Pilihan yang sama sekali tidak keliru karena 3 pemain WBA saja menyumbang nilai 25! Jadi, nilai 4 pemain saja sudah melampaui capaian Sepatu Perak FC dan Ngodo FC pada GW20 ini. Gol dari McAuley dan Brunt disuplai oleh Phillips. FK69 seolah bersinergi dengan Toni Pulis untuk memastikan bahwa 3 pemain WBA semuanya berpoin besar.
 

Pilihan terbaik sebenarnya jatuh pada Baines, sosok yang sama sekali tidak terpikirkan oleh manajer lainnya. Poinnya? 15! Sementara itu, FK69 masih punya 3 pemain dengan angka 7 yakni Sigurdsson, Alexis Sanchez, dan Kun Aguero. Aguero sendiri didaulat menjadi kapten, pilihan berani melihat GW sebelumnya Aguero melempem kayak titit habis mandi. Jangan lupakan juga peran Zaha dengan sumbangan 9 angka. Dari 11 pemain, FK69 hanya gagal di 2 striker yakni Christian Benteke dan Alvaro Negredo yang total keduanya menyumbang 3 poin. Tapi, kalau keduanya nggak main sekalipun, FK69 sudah yuara.
 
FK69 sendiri menjadi yuara di FPL Ngalor Ngidul Classic dan Ultimate. Selisih poin yang terlalu jauh menjadi kunci. Di liga klasik, FK69 mengangkangi teman satu etnis, Berkah FC. Demikian pula duo manajer Aria Digdaya dan Borbor O'Barabir serta MMB Utomo dan Libertus Tintus. Pada liga Ultimate, FK69 juga unggul jauh. Walau begitu, posisi FK69 masih terlalu jauh di bawah mengingat poin kecilnya di banyak GW dan begitu banyaknya investasi yang dikeluarkan dalam wujud minus.
 

GW20 di HtH Ultimate juga ditandai dengan kemenangan (lagi) dari Avengers, kali ini menumbangkan dua kali yuara GW, Ronarid FC. Adapun pada HtH FK69 bersyukur poin lawannya Wala Wala FC kecil. Jika tidak, bisa jadi nasib FK69 menyerupai Wala Wala FC sebagai yuara GW yang kalah HtH. Kejadian satu-satunya dan belum terulang lagi di FPL Ngalor Ngidul.
 
Konstelasi klasemen finansial pada liga Ultimate bergeser di bawah. FK69 kini ada di peringkat 12, meninggalkan 5 tim yang belum sekalipun yuara GW. Hal ini cukup miris karena pada saat yang sama musim lalu hanya PSKPS yang belum meraih yuara GW. Lima terdakwa itu adalah archie's babes, Orak Arik FC, GEDE BAGE Calcio II, Yuara FC, dan Plentus FC. GEDE BAGE Calcio II sendiri membukukan minus akumulatif yang sama dengan FK69, hanya beda nasib saja. Dengan 43 transfer tambahan, FK69 sudah meraih yuara GW meski masih tetap minus dari sisi finansial. Di atas masih dikuasai oleh Beuh Bebel dan Gumregah United, tiada lain.
 
Saatnya bagi manajer FPL Ngalor Ngidul berpikir panjang karena Piala Afrika 2017 akan dimulai, pemain-pemain Afrika yang lagi moncer seperti Zaha harus hilang dari peredaran untuk sementara. Masih ada nyaris dua pekan sebelum GW 21 dimulai. Mari istirahat dan melakukan KS!
 
Ciao!

02 January 2017

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW19: Beuh Bebel Menyamai Gumregah United

Sudah lama sekali sejak Gumregah United tidak yuara GW. Terakhir kali tim legendaris tapi tidak pernah yuara liga ini meraih yuara GW adalah GW 8 alias 11 GW lewat. Pada akhirnya, di GW19, Gumregah United disamai oleh Beuh Bebel. Kini di FPL Ngalor Ngidul musim terkini, keduanya sama-sama membukukan 3 yuara GW.
 
Berhubung formasinya sudah kelewat dan reviewnya agak terlambat jadi pembahasan formasi tidak dapat dilakukan. Sungguh kasihan.
 
Yang jelas, GW19 ini adalah GW nyaris yuara dari tim semenjana, Yuara FC. Beuh Bebel memenangi adu lari GW19 dengan skor kecil, 63 poin saja. Unggul 3 poin dari Yuara FC. Sejak awal musim, Yuara FC tidak pernah sedekat ini dengan yuara GW. Akankah nasibnya sama seperti Plentus FC yang beberapa GW begitu dekat dengan yuara GW namun pada akhirnya kandas melulu?
 

Di bawah Yuara FC ada Ngodo FC yang pada GW19 menjadi satu-satunya perwakilan FPL Ngalor Ngidul yang lolos ke tahap selanjutnya untuk Cup. Musim ini FPL Ngalor Ngidul memang bosok setengah mati. Musim lalu masih ada Berkah FC dan PSKPS serta beberapa tim lain yang melangkah cukup jauh. Kini, sesudah putaran kedua hanya sisa 1. Plentus FC dan FK69 gagal melaju ke babak berikutnya.
 
Adapun Avengers kembali memperlihatkan diri bahwa dia jagoan. Sudah dua pekan berturut-turut, Avengers menang HtH. Hal ini sekaligus menandakan kesenjangan ekonomi di pemerintahan Jokowi. Anggap saja begitu.
 
Dari klasemen finansial, kini Gumregah United terancam tergusur oleh Beuh Bebel dengan selisih saldo hanya 10K saja. Sementara PSKPS, Ngodo FC dan Ronarid FC sama-sama berselisih 20K. Sedangkan Sepatu Perak FC dan Jong Celebes masih tetap menjadi yuara GW yang telah minus. Kasihan sekali. Di sisi lain, archie's babes menyodok ke tiga besar klasemen klasik meski secara finansial terpuruk minta ampun.
 
Demikian review singkat alakadarnya ini. Semoga berkenan. Mohon dimaafkan, kan admin habis kena tipu puluhan juta dan belum ada yang menyumbang. Hiks.