12 December 2016

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW15: Back to Back Ronarid FC

Liga Inggris kembali menunjukkan geliat nan mengagumkan. Setidak-tidaknya, deretan minimal 3 gol tuan rumah di hari Sabtu dan setidaknya 1 gol di hari Minggu berhasil memperlihatkan itu. Secara langsung, hal itu berpengaruh kepada kinerja tim-tim di FPL Ngalor Ngidul.
 
Review
 
Dua gol Romelu Lukaku dibalas jumlah yang sama oleh mantan wonderkid di Liga Italia, Okaka Chuka. Everton lantas takluk 3-2 dari Watford dan memperpanjang tren buruk mereka dalam melayani Lukaku. Hal itu pula yang bikin manajer FPL Ngalor Ngidul pada gamang, mau mempertahankan Lukaku atau tidak.
 
Gemas masih melanda pengguna pertahanan Arsenal, entah itu Mustafi, Koscielny, apalagi Cech. Betapa tidak, walaupun Arsenal menangan tapi tetap saja kebobolan dan seringnya lewat penalti, seperti yang terjadi dalam kemenangan 3-1 melawan Stoke. Kali ini, Alexis tidak berjaya sendirian.
 

Kemenangan mengejutkan Leicester City atas Manchester City juga bikin bingung karena tetiba Jamie Vardy muncul kembali dan sebagian manajer punya slot kosong karena skorsing Aguero hingga akhir tahun. Sementara dari Swansea, tersedia pilihan menarik dalam kebangkitan Sigurdsson yang kembali menjadi pahlawan Swansea bersama eks Juventus, Llorente.
 
Pertahanan Chelsea masih menjadi favorit, selain karena mereka menang melulu belakangan ini tetapi juga karena jaminan clean sheet tersedia di depan mata. Belum lagi jika membawa nama Alonso yang dimainkan di lini tengah sehingga memberikan kemungkinan assist lebih tinggi. Sementara itu, fans Liverpool pengguna Dejan Lovren harus tiarap karena nilai ndok yang diberikan oleh bek tersebut dalam hasil seri 2-2 dengan West Ham.
 
Ronarid FC vs Gumregah United
 
Hal menarik dalam GW15 ini adalah hasil mepet yang memenangkan Ronarid FC atas legenda-yang-belum-pernah-yuara Gumregah United, dan menjadikannya meraih back to back yuara GW. Nilai mereka hanya terpaut 4 poin saja. Gumregah United sendiri tidak bagus-bagus benar dalam pemilihan total pemain karena 4 pemain poinnya cuma 1, plus Harry Kane 2 poin. Masalahnya, sisanya jagoan. Kepercayaan untuk tetap memainkan Holebas dibalas dengan 2 assist (7 poin), sama dengan raihan Antonio. Ada Diego Costa dan Sadio Mane yang beroleh 8 poin dan Mane ditetapkan menjadi kapten sehingga poinnya 16. Sanchez walaupun tidak jago benar pekan ini, masih menyumbang 5. Adapun andalan Gumregah United dalam pertandingan ini adalah Zaha yang membukukan 16 poin. Seandainya kapten ditempatkan di Zaha, niscaya Gumregah United sudah juara sendirian.
 
Untungnya tidak.
 
Menjadi ironis karena poin 16 dari kapten Mane tetap tidak membawa Gumregah United yuara GW, bahkan takluk dari Ronarid FC yang nilai kaptennya hanya 6, sudah dikali dua. Ronarid FC sendiri juga punya Holebas, Sanchez, Barragan, Costa, dan Zaha. Nyaris separo sama persis dengan Gumregah United. Pembedanya jelas, Alonso dengan clean sheet, Snodgrass (10 poin), dan tendangan penalti Benteke (6 poin). Tidak sia-sia Ronarid FC minus 12 dibandingkan minus 8 Gumregah United. Toh, di FPL Ngalor Ngidul Classic, minus itu tidak dihitung.
 
Klasemen Finansial

Dari klasemen finansial, Gumregah United masih di pucuk dengan saldo dua kali lipat lebih Berkah FC. Ronarid FC menyodok di posisi kelima mengangkangi Sepatu Perak FC, Wala Wala FC, Jong Celebes, dan PSKPS. Dua tim yang disebut terakhir saldonya kembali fitri alias jadi nol kembali. Perlu upaya keras untuk bangkit kembali. Sementara itu, FK69 meski poinnya membaik belakangan, namun kejamnya sistem di FPL Ngalor Ngidul membuatnya masih betah di dasar klasemen dengan minus yang terus bertambah.
 
Review ini kesusu karena alasan penyerapan dan karena GW16 segera tiba. Nantikan pilihan-pilihan wagu para manajer FPL Ngalor Ngidul yang tampan-tampan.
 
Ciao!

Related Posts

0 komentar:

Komen, yuk!