06 November 2016

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW11: Kejayaan Liverpool dan Keunggulan Jong Celebes

FPL Ngalor Ngidul semakin hot! Persaingan papan atas begitu ketat, sementara persaingan papan bawah juga semakin kencang dalam doa. Investasi dalam rupa minus digelontorkan banyak manajer di FPL Ngalor Ngidul, ada yang berhasil namun banyak juga yang kandas.
 
Pada GW11 tertahbislah Jong Celebes sebagai yuara GW. Sebuah bukti investasi dahsyat bersama 3i karena sang manajer membuat 6 perubahan yang bermakna minus 20. Namun minus itu berbuah manis karena dengan angka 78, tim yang baru bersalin rupa dari nama PersiDjem Boet ini mengangkangi dua tim terdekatnya yakni Orak Arik FC (71) dan GEDE BAGE Calcio II (70).
 
Kemenangan Jong Celebes ini bersanding dengan keberhasilan Liverpool merangsek ke puncak klasemen English Premier League 2016/2017. Hal ini harus ditekankan karena baik kala masih bernama PersiDjem Boet maupun sudah bersalin rupa menjadi Jong Celebes, tim ini selalu memiliki setidaknya DUA pemain Liverpool. Dalam tim GW11 ini kebetulan ada Coutinho dan Joel Matip. Coba, sudah jelas Liverpool itu jarang sekali clean sheet, masih bisa-bisanya menggunakan Matip? Opo ora edan?

Tim-tim yang menggunakan pemain Liverpool memang sedang bahagia-bahagianya karena mendulang angka via Lallana, Coutinho, Firmino, dan Mane. Sesuai yang paralel dengan kebangkitan Jong Celebes sebagai Liverpudlian Anu Garis Keras.

Namun kunci kesuksesan seutuhnya dari Jong Celebes adalah penempatan Deden Hazard sebagai kapten. Dengan poin 19, jika dikali 2 menjadi 38, Hazard seorang diri sudah menyamai nilai yuara GW10 Ngodo FC. Bahkan jauh lebih besar daripada nilai yuara HtH Ultimate musim lalu, Summon yang cuma 28. Sekali lagi terbutki bahwa pemilihan kapten yang tepat adalah kunci utama kelanggengan rumah tangga.
 
Pergerakan GW11 sendiri sudah bisa dibaca sejak hari pertama, yang bisa disimak di video ini:


Menariknya, dua tim yang menginthili Jong Celebes menggunakan pola identik, yakni memiliki Hazard namun menobatkan Coutinho sebagai kapten. Selisih nilai mereka yang sampai 8 itu sebenarnya bisa membuat Orak Ari FC maupun GEDE BAGE Calcio II menyalip Jong Celebes. Lucu juga, padahal yang Liverpudlian itu manajernya Jong Celebes, kenapa justru dia memilih jalan yang tepat dengan menjadikan Hazard sebagai kapten alih-alih mantan pemain Inter.
 
Penggunaan minus memang layak menjadi fokus di GW ini karena tiba-tiba kita menyaksikan Gumregah United minus 56 alias 14 kali melakukan transfer ekstra. Sebagai tim yang selalu memberi penekanan pada coverage, Gumregah United rupanya rela berkorban guna meraih hasil baik yang sayangnya berwujud kebalikan via penurunan prestasi belakangan ini. Adapun jagoan minus masih dimiliki GEDE BAGE Calcio II dengan 104 poin minus alias 26 kali transfer ekstra, disusul FK69 dengan 23 transfer ekstra yang malah mendamparkan tim nubitol ini di dasar klasemen finansial dengan tagihan tiga kali lipat uang makan PNS.
 
Well, selengkapnya dari klasemen finansial, Gumregah United masih berkuasa di puncak berkat modal memenangi 3 GW, namun jika menyimak tren poin Gumregah United belakangan, perlu revolusi mental ala Asman Abnur untuk kembali ke jalur yuara. 

Dengan kemenangan Jong Celebes, maka kini sudah ada 7 tim yang menggenggam yuara GW. Gumregah United menjadi yang pertama dengan 3 GW, disusul Berkah FC dan Ngodo FC dengan 2 GW, serta Jong Celebes, PSKPS, Sepatu Perak FC, dan Beuh Bebel.
 
Yang harus bersiap-siap meminta izin transfer dari istri karena tagihan yang terus membengkak adalah Ronarid FC dan FK69. Adapun manajer Yuara FC sebagai peringkat finansial ke-15 seyogyanya juga harus minta izin ke istri untuk mengirimkan uang ke rekening pengumpul FPL Ngalor Ngidul. 

Apa daya, dia belum beristri.
 
Kiranya demikian saja, selalu saksikan keseruan FPL Ngalor Ngidul melalui website ini maupun dari fanspage-nya. Jangan lupa di-like, yha!
 
Ciao!

Related Posts

0 komentar:

Komen, yuk!