28 November 2016

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW13: Rekor Wala Wala FC

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW13: Rekor Wala Wala FC
Sudah 5 musim bermain, meski hanya 4 musim yang efektif termasuk musim kelima ini, barulah akhirnya pecah sebuah rekor yang tidak biasa dan mungkin hanya akan terulang kembali saat manajer Yuara FC sudah kawin. Ya, pada GW13, musim kelima FPL Ngalor Ngidul akhirnya ada yuara GW yang kalah head to head!
 
Ini catatan menarik karena sungguh mencerminkan betapa ketatnya FPL Ngalor Ngidul, apalagi jika dibandingkan dengan bra ukuran 32A. Uhuk. Pada GW13, Wala Wala FC mengumpulkan 65 poin, hanya 2 poin lebih tinggi daripada FK69. Menjadi semakin menarik adalah karena pemilihan pemain kedua tim ini tidaklah bagus-bagus benar. Dalam skuad final, Wala Wala FC memiliki Jakupovic yang bernilai 0, serta Gibson dan Coutinho yang bernilai 1, plus Proedl, Bolasie, dan Hazard yang masing-masing bernilai 2. Total, Wala Wala FC hanya mendapat 8 angka dari ENAM pemain. Untungnya, pada sisi lain ada Costa (5 poin), Austin dan Walcott (9 poin), McAuley (10 poin), dan kapten Aguero (12 poin, kali dua jadi 24!). Semakin menarik karena ternyata FK69 tidak kalah berbeda. Tercatat baik Wala Wala FC maupun FK69 memiliki McAuley, Walcott, Coutinho, dan Austin, lebih dari 25% komponen tim adalah sama.
 
Kesialan FK69 hanya 1, yakni penempatan kapten. Coutinho pada Wala Wala FC beroleh poin 1, dan karena dijadikan kapten oleh FK69 maka nilainya 2. Sekadar gambaran, jika kapten itu digeser dari Coutinho ke Firmino saja hasilnya bisa berbeda. Countinho normal jadi 1 poinnya, sehingga poin FK69 menjadi 62, namun nilai Firmino yang 3 itu jika ditambahkan 3 lagi akan menyebabkan angka sama. Dengan menggunakan dominasi minus tersedikit, maka boleh jadi FK69 yuara karena minusnya hanya 8, sedangkan Wala Wala FC 12.
 
Apa daya, itu tadi cuma simulasi. FK69 tetap kalah. Heuheu.
 
Secara statistik, keberhasilan Wala Wala FC menjadi yuara GW memberikan khasanah baru karena akhirnya ada 8 tim yang bisa menjadi yuara GW. Hal ini penting sekali karena sekarang baru ada 4 manajer yang meraih yuara GW lebih dari sekali. Gumregah United bahkan sudah 3 kali. Dengan demikian masih ada 9 tim lagi yang masih ngimpi rasanya menjadi yuara GW. Diantara masih ada nama besar seperti Summon (yuara HtH Ultimate musim lalu), archie's babes (di klasemen sementara justru ada di posisi 3, konsisten poin besar, namun tidak sebesar yuara GW), plus Doa Mama Season V yang musim lalu nyaris setengah musim menguasai klasemen.
 
Soal minus, Gede Bage Calcio II kini bersaing dengan minusnya FK69 yang sudah 27 kali menggunakan transfer tambahan. Di bawah mereka persis ada Jong Celebes dengan 25 kali.
 
Dari sisi finansial, konstelasi belum berubah. Hanya Beuh Bebel yang konstan tidak kurang biaya karena saldonya hasil yuara GW pekan lalu justru ditambahi oleh Wala Wala FC sebagai dampak kekalahan HtH. Minus 12 Wala Wala FC berhasil di permainan normal namun kandas di HtH. Ini tentu pelajaran banget bagi manajer FPL Ngalor Ngidul.
 
Ya, kiranya demikian saja. Semoga ke depan semakin seru!
 
Ciao!

26 November 2016

[WAG] 11 Pasangan Cantik Kiper Liga Inggris

Layaknya para manajer FPL Ngalor Ngidul yang tampan-tampan, demikian pula kiranya para kiper di Liga Inggris. Dan karena mereka tampan, maka hampir pasti pacar maupun istri mereka adalah wanita-wanita cantik dan ciamik. FPL Ngalor Ngidul memilih 11 wanita yang cantik-cantik dan menjadi pendamping para kiper di Liga Inggris untuk mengarungi hidup. Tsah.
 
1. Marine Lloris (Hugo Lloris)

Kapten tim nasional Prancis yang juga adalah benteng terakhir Tottenham Hotspur, Hugo Lloris, bertemu istrinya Marine pada tahun 2002 dan menikah pada 2012. Marine merupakan pemilik Manege en Sucre, sebuah perusahaan yang memproduksi pakaian anak usia delapan bulan hingga 12 tahun.
 
2. Anna Grygier (Lukasz Fabianski)
 

Mantan kiper Arsenal yang sekarang mengawal gawang Swansea, Lukasz Fabianski menikah pada tahun 2013 dengan Anna Grygier setelah 8 tahun bersama.
 
3. Edurne Garcia (David de Gea)
 

Berusia 31 tahun alias cukup jauh lebih tua daripada David de Gea, Edurne Garcia Almagro dikenal secara profesional sebagai Edurne. Dia adalah penyanyi, aktris, dan presenter televisi. David de Gea seolah mengikuti jejak Sergio Ramos maupun Cesc Fabregas yang menjadi brondong kala memacari Edurne sejak 2010.
 
4. Flavia Gomes (Heurelho Gomes)
 

Kebangkitan Heurelho Gomes dari status kiper terbuang menjadi salah satu kiper mumpuni Liga Inggris diakui sebagai dampak dari kinerja baik istrinya, Flavia, dalam menyiapkan pola diet yang mantap.
 
5. Carla Pardo (Claudio Bravo)
 

Ibu dari 4 anak Claudio Bravo ini merupakan teman masa kecil kiper Cile tersebut. Keduanya telah bersama sejak Bravo masih meniti karier di Cile, termasuk yang terkini baru saja melahirkan Emma pada April 2016.
 
6. Kim Stekelenburg (Maarten Stekelenburg)
 

Wanita cantik ini merupakan pendamping kiper Belanda, Maarten Stekelenburg, dan setia dalam suka maupun duka termasuk kala Stekelenburg mengalami periode suram di AS Roma.
 
7. Yolanda Cardona (Victor Valdes)
 

Istri mantan kiper Barcelona, Victor Valdes, ini merupakan salah satu sosok kesohor di negerinya. Terkini, dia dan Valdes meluncurkan aplikasi semacam Tinder.
 
8. Martina Cechova (Petr Cech)
 

Ini adalah wanita yang menganggap tabrakan Petr Cech dengan Stephen Hunt (Reading) yang meremukkan tulang tengkorak Cech sebagai hari terburuknya. Wanita yang kurang lebih seumuran dengan Cech ini berasal dari keluarga atlet. Merupakan teman masa kecil Petr Cech dan telah bersama sejak 2003.
 
9. Sara Mannei (Artur Boruc)
 

Wanita cantik ini adalah istri kedua Artur Boruc. Eh, istri lagi sesudah pernikahan pertama cerai. Gitu maksudnya.
 
10. Stine Gyldenbrand (Kasper Schmeichel)
 

Ibu dari dua cucu Peter Schmeichel, Max dan Isabella, ini sejatinya adalah seorang bidan lulusan University of Chester dan sempat bekerja di sebuah rumah sakit dekat Birmingham.
 
11. Annelie Alpert (Loris Karius)
 

Model seksi ini adalah pendamping kiper baru Liverpool, Loris Karius. Sudah bisa dipastikan jika Liverpool juara, Annelie pasti juga akan semakin angkat nama.
 
Nah, bagaimana? Cantikan mereka apa mantan kamu?

23 November 2016

[Analisis] 20 Fakta Unik English Premier League Hingga GW 12

1. Hingga GW12, Michail Antonio telah mencetak 6 gol dan keenam-enamnya menggunakan kepala!
 
Sumber: Sky Sports

2. Hanya ada 8 pemain yang selalu bermain penuh dalam 12 pertandingan, yakni Fernandinho, N'Golo Kante, Steve Cook, Gareth McAuley, Michael Keane, 
Wes Morgan, Charlie Daniels, dan Ben Gibson.
 
3. Ashley Barnes dan Yaya Toure adalah pencetak dengan total menit bermain di bawah 90 menit.
 
4. Xherdan Shaqiri telah mencetak 3 gol, dan ketiganya merupakan tendangan dari luar kotak penalti.
 
5. Zlatan Ibrahimovic telah bermain 11 kali dengan total tendangan ke gawang sebesar 59 kali, alias setiap pertandingan minimal 5 shot. Adapun akurasinya standar, 51%. Berikutnya ada Coutinho, Sergio Aguero, Diego Costa, serta Christian Eriksen.
 
6. Jagoan assist adalah Kevin De Bruyne dengan jumlah 7. Di bawahnya ada 5 orang dengan masing-masing 5 assist yaitu Adam Lallana, Nemanja Matic, Coutinho, Pedro, dan Wilfried Zaha.
 
7. Suhunya membahayakan lawan via operan kunci adalah Dimitri Payet dengan 39 key passes, disusul Dusan Tadic dan David Silva.
 
8. Ada 11 orang yang telah mengoleksi 5 kartu kuning yaitu Winston Reid, Jonny Evans, Jose Holebas, Claudio Yacob, Adam Smith, Marko Arnautovic, Gaston Ramirez, Idrissa Gueye, Jordan Henderson, Gareth Barry, dan Danny Rose.
 
9. Kiper yang paling doyan terbang untuk menyelamatkan bola ternyata Artur Boruc dengan 26 kali terbang dari 32 penyelamatan yang dilakukan. Tom Heaton menyusul dengan 25 kali melayang dari 44 peluang gol yang digagalkan. Sementara itu baru Tom Heaton dan Adrian yang membukukan penyelamatan dengan kaki lebih dari 1 kali.
 
10. Kiper yang paling sering ketemu penalti adalah Maarten Stekelenburg dan Lukasz Fabianski. Kiper Belanda berhasil menghalangi 2 tendangan, kiper Polandia 1 saja.
 
11. Claudio Bravo dan Simon Mignolet baru bertemu 1 penalti dan berhasil menggagalkannya.
 
12. 5 dari 30 gol Liverpool dalam 12 pertandingan dihasilkan via tendangan jarak jauh.
 
13. Crystal Palace kebobolan 6 gol dari tendangan luar kotak penalti.
 
14. Baru Everton dan Stoke City yang mencetak gol free kick langsung lebih dari sekali. Sedangkan Bournemouth justru berhasil mencetak 4 gol dari set pieces samping.
 
15. Waspadai tendangan sudut West Bromwich Albion dan West Ham, 5 kali mereka mencetak gol via kemelut tendangan sudut.
 
16. Liverpool menjadi tim yang paling banyak mencetak gol via set piece dalam 12 pekan pertama yakni 12 kali.
 
17. Liverpool, Everton, dan Chelsea menjadi tim dengan akurasi tendangan lebih dari 50%.
 
18. Manchester City dan Liverpool menguasai bola masing-masing 59% dan 57% dalam 12 pertandingan awal ini.
 
19. Slaven Bilic mungkin bingung dengan lini belakangnya dan berniat main sendiri karena timnya telah membuat 5 kesalahan yang berujung gol. Liverpool kalah sedikit.
 
20. Termasuk juga bahwa West Ham merupakan kolektor kartu kuning terbanyak (34) dan disusul Watford (30).

Diolah dari: Squawka

22 November 2016

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW12: Runtuhnya Formasi Kami

Tampaknya nyaris seluruh pemain FPL sedang kacau. Betapa tidak, tantenya Alfred Riedl sekalipun tiada akan menyangka bahwa Yaya Toure akan main dan mencetak dua gol. Belum lagi perihal suramnya kinerja pemain seperti Sergio Aguero dan Eden Hazard, apalgi Kyle Walker. Hal itu jelas terjadi pada FPL Ngalor Ngidul.
 
Gambaran sederhananya begitu tampak dalam liga HtH, kala Average--dalam FPL Ngalor Ngidul disebut sebagai Avengers--berhasil menang melawan yuara 3 kali berturut-turut di FPL Ngalor Ngidul, Berkah FC. Avengers sendiri hanya punya poin 40. Bayangkan, 40 saja menang. Sekadar untuk lebih menggambarkan bosoknya GW ini adalah bahwa nilai 40 si Avengers itu berasal dari angka rata-rata poin seluruh tim di FPL Ngalor Ngidul Ultimate yang hanya 40,4 alias paling rendah sepanjang terselenggaranya FPL Ngalor Ngidul. Lebih buruk dari GW3 kala Gumregah United menyuarai GW hanya dengan 61 poin. Kala itu rata-rata poin liga adalah 61,7.
 
Sekaligus untuk menambahkan lebih remuknya liga akbar ini adalah bahwa angka 40 si Avengers itu jika bermain di GW2 FPL Ngalor Ngidul musim ini, dia akan menjadi tim dengan poin terburuk. Satu-satunya penghiburan di GW sialan ini adalah ketika yuara musim lalu, PSKPS terjerembab dengan nilai 27, angka yang masih lebih baik dari yuru kunci GW6 (Berkah FC) dan GW8 (Orak Arik FC) yang mengemas 25 poin.
 
Beuh Bebel berhasil meraih yuara GW-nya yang kedua musim ini, sekaligus untuk mengembalikan minus finansial yang dialaminya. Kunci kemenangan Beuh Bebel tidak pada 1 pemain saja. Dari sisi defensif, Beuh Bebel berhasil mengemas 27 poin, alias 3 bek dan 1 kipernya saja sudah sama dengan 11 pemain PSKPS. Fraser Forster dan Gareth McAuley mengemas masing-masing 6 poin, adapun Jose Fonte mengemas 8 dan Charlie Daniels membukukan 7.Sisanya, Beuh Bebel merenggut masing-masing 9 poin dari Glyfi Sigurdsson dan Diego Costa, serta poin tertinggi (10) dari Juan Mata. Kapten Beuh Bebel sendiri tidak berbuat apa-apa, hanya dapat nilai gelandang standar yakni 2 kali 2 sama dengan 4


Adapun beberapa manajer ketiban sial karena mencadangkan pemain berpoin tinggi, semisal Berkah FC dengan Etiene Capoue (10 poin) pada cadangan ketiga atau Doa Mama Season V yang mencadangkan kiper terbaik GW ini, Pickford.
 
Hasil buruk secara keseluruhan ini juga berimbas kepada kinerja masing-masing manajer di klasemen dunia. Dari 5 besar FPL Ngalor Ngidul, hanya Gumregah United yang posisinya naik di klasemen global. Sisanya, Berkah FC, archie's babes, Jong Celebes, dan Doa Mama Season V turun posisinya dalam persaingan dunia yang fana.
 
Sementara itu kuartet maut Plentus FC, Yuara FC, Ronarid FC, dan FK69 masih berasyik masyuk di dasar klasemen, baik itu klasemen FPL-nya maupun klasemen finansial yang hanya ada di FPL Ngalor Ngidul. Tampaknya, keempat tim ini tidak terlalu bermasalah dengan finansial sehingga dengan rela hati hendak menyumbang kepada teman-temannya yang membutuhkan. Padahal, salah satu dari kuartet itu harus membayar sinamot. Bagaimana bisa?
 
Yah, namanya juga hidup. Ada datang, ada pergi. Ada gajian, ada tanggal tua. Ada kalanya poin tinggi, ada pula saatnya poin rendah. Sekarang tampaknya investasi akan digeber habis-habisan guna mengembalikan posisi setiap tim dalam FPL Ngalor Ngidul maupun dalam persaingan global menghadapi MEA.
 
Ciao!

15 November 2016

[Review] Serba-Serbi Kegagalan di Fantasy Premier League

Sama halnya dengan FPL Ngalor Ngidul, ternyata banyak peserta Fantasy Premier League yang merasakan saat-saat buruk dalam bermain FPL. Twitter resmi FPL yakni @OfficialFPL kemarin sempat membuat survei dan benar sekali bahwa member FPL Ngalor Ngidul juga merasakan beberapa hal yang sama.

Berikut beberapa kisah kegagalannya.

1. Mencadangkan Maarten Stekelenburg

Salah satu pertandingan paling diingat musim ini adalah kala Maarten Stekelenburg menepis penalti Kevin De Bruyne dan Sergio Aguero dalam 1 pertandingan. Nah, rupanya, dalam pekan itu ada yang punya kiper Everton itu dan menaruhnya di bangku cadangan, salah satunya @sdaniell4.

2. Punya 3 Pemain Bernilai Minus 1

Pemilihan pemain diakui bersama memiliki porsi terbesar dalam keberhasilan main FPL. Apa daya, terkadang pemain yang dipilih juga soak. Mending kalau cuma 1, ini malah 3.

 Tim Bianconeri ini hanya mengumpulkan 7 poin saja, susudara-susudara!

3. Mencadangkan Jermain Defoe

Sunderland memang terbenam, namun tidak dengan Defoe. Dia tetap jadi pilihan meski kadang suka digusur ke bangku cadangan. Apa daya, kala dicadangkan, eh dia malah mencetak gol. Dua pula, seperti yang dicurhatkan oleh @Lankysi ini.


4. Menjadikan Coutinho Kapten, Saat Liverpool Kalah

Liverpool awal musim sungguh jos! Arsenal dibabat sehingga logis jika Burnley dikira bakal kena babat. Maka triple captain boleh digunakan di sini. Apa daya, hasilnya malah bubrah. Liverpool kalah 2-0!

Well, pasti masih banyak kekesalan lain karena kegagalan penerapan formasi di Fantasy Premier League ini. So, setiap pekan begitu berharga. Mari kita saksikan!

06 November 2016

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW11: Kejayaan Liverpool dan Keunggulan Jong Celebes

FPL Ngalor Ngidul semakin hot! Persaingan papan atas begitu ketat, sementara persaingan papan bawah juga semakin kencang dalam doa. Investasi dalam rupa minus digelontorkan banyak manajer di FPL Ngalor Ngidul, ada yang berhasil namun banyak juga yang kandas.
 
Pada GW11 tertahbislah Jong Celebes sebagai yuara GW. Sebuah bukti investasi dahsyat bersama 3i karena sang manajer membuat 6 perubahan yang bermakna minus 20. Namun minus itu berbuah manis karena dengan angka 78, tim yang baru bersalin rupa dari nama PersiDjem Boet ini mengangkangi dua tim terdekatnya yakni Orak Arik FC (71) dan GEDE BAGE Calcio II (70).
 
Kemenangan Jong Celebes ini bersanding dengan keberhasilan Liverpool merangsek ke puncak klasemen English Premier League 2016/2017. Hal ini harus ditekankan karena baik kala masih bernama PersiDjem Boet maupun sudah bersalin rupa menjadi Jong Celebes, tim ini selalu memiliki setidaknya DUA pemain Liverpool. Dalam tim GW11 ini kebetulan ada Coutinho dan Joel Matip. Coba, sudah jelas Liverpool itu jarang sekali clean sheet, masih bisa-bisanya menggunakan Matip? Opo ora edan?

Tim-tim yang menggunakan pemain Liverpool memang sedang bahagia-bahagianya karena mendulang angka via Lallana, Coutinho, Firmino, dan Mane. Sesuai yang paralel dengan kebangkitan Jong Celebes sebagai Liverpudlian Anu Garis Keras.

Namun kunci kesuksesan seutuhnya dari Jong Celebes adalah penempatan Deden Hazard sebagai kapten. Dengan poin 19, jika dikali 2 menjadi 38, Hazard seorang diri sudah menyamai nilai yuara GW10 Ngodo FC. Bahkan jauh lebih besar daripada nilai yuara HtH Ultimate musim lalu, Summon yang cuma 28. Sekali lagi terbutki bahwa pemilihan kapten yang tepat adalah kunci utama kelanggengan rumah tangga.
 
Pergerakan GW11 sendiri sudah bisa dibaca sejak hari pertama, yang bisa disimak di video ini:


Menariknya, dua tim yang menginthili Jong Celebes menggunakan pola identik, yakni memiliki Hazard namun menobatkan Coutinho sebagai kapten. Selisih nilai mereka yang sampai 8 itu sebenarnya bisa membuat Orak Ari FC maupun GEDE BAGE Calcio II menyalip Jong Celebes. Lucu juga, padahal yang Liverpudlian itu manajernya Jong Celebes, kenapa justru dia memilih jalan yang tepat dengan menjadikan Hazard sebagai kapten alih-alih mantan pemain Inter.
 
Penggunaan minus memang layak menjadi fokus di GW ini karena tiba-tiba kita menyaksikan Gumregah United minus 56 alias 14 kali melakukan transfer ekstra. Sebagai tim yang selalu memberi penekanan pada coverage, Gumregah United rupanya rela berkorban guna meraih hasil baik yang sayangnya berwujud kebalikan via penurunan prestasi belakangan ini. Adapun jagoan minus masih dimiliki GEDE BAGE Calcio II dengan 104 poin minus alias 26 kali transfer ekstra, disusul FK69 dengan 23 transfer ekstra yang malah mendamparkan tim nubitol ini di dasar klasemen finansial dengan tagihan tiga kali lipat uang makan PNS.
 
Well, selengkapnya dari klasemen finansial, Gumregah United masih berkuasa di puncak berkat modal memenangi 3 GW, namun jika menyimak tren poin Gumregah United belakangan, perlu revolusi mental ala Asman Abnur untuk kembali ke jalur yuara. 

Dengan kemenangan Jong Celebes, maka kini sudah ada 7 tim yang menggenggam yuara GW. Gumregah United menjadi yang pertama dengan 3 GW, disusul Berkah FC dan Ngodo FC dengan 2 GW, serta Jong Celebes, PSKPS, Sepatu Perak FC, dan Beuh Bebel.
 
Yang harus bersiap-siap meminta izin transfer dari istri karena tagihan yang terus membengkak adalah Ronarid FC dan FK69. Adapun manajer Yuara FC sebagai peringkat finansial ke-15 seyogyanya juga harus minta izin ke istri untuk mengirimkan uang ke rekening pengumpul FPL Ngalor Ngidul. 

Apa daya, dia belum beristri.
 
Kiranya demikian saja, selalu saksikan keseruan FPL Ngalor Ngidul melalui website ini maupun dari fanspage-nya. Jangan lupa di-like, yha!
 
Ciao!