17 October 2016

[Analisis] Tim Mainstream GW 8 FPL Ngalor Ngidul

FPL Ngalor Ngidul telah berada dalam langkah ke-8. Menyambung posting sebelumnya tentang tim mainstream di FPL Ngalor Ngidul, rupanya terjadi perubahan drastis. Ya, pembenahan tim di FPL Ngalor Ngidul begitu dinamis. Sama dinamisnya dengan yang lupa ganti kapten karena ke Gereja.
 

Masih 17 tim yang berlaga, dengan masing-masing 11 pemain dalam tim tersebut, alias slot sejumlah 187. Jika GW ke 7 hanya ada 66 pemain, maka pekan berikutnya bertambah menjadi 73 pemain. Jumlah yang menambah variasi 7 pemain, dari 17 tim. Angka yang cukup signifikan. Dari 73 pemain itu, 41 diantaranya sendirian dan menjadi bukti pembeda dalam poin-poin kritis.
 
Satu hal yang menarik misalnya pemilihan Yuara FC pada Islam Slimani sebagai kapten. Kemudian juga keberadaan Nemanja Matic yang ternyata membuat assist. Termasuk juga Redmond, Holebas, Grant, Eriksen, Callum Wilson, dan Austin, nyata-nyata memberi poin-poin besar.
 
Ronarid tetap memegang kunci sebagai tim mainstream dengan rerata 43,85%. Sedangkan Doa Mama Season V telah memcoba melakukan variasi hingga kini turun ke rangking 6 dngan 36,90%. Sepatu Perak FC masih menjadi tim antimainstream dengan rasio 12,83%, diikuti Ngodo FC dengan 20,32%. Yah, ini memang peringkat rerata persentase pemain yang digunakan. Namun keberadaan Ngodo FC dan Yuara FC di atas Sepatu Perak FC jelas menekankan kemediokeran kedua tim ini dalam kerasnya FPL Ngalor Ngidul.
 
Hal menarik lain adalah munculnya Gumregah United di peringkat ke-3 tim mainstream dengan rasio 39,57%. Pemuncak klasemen sementara dan yuara 10 musim silam ini memiliki Etiene Capoue, Kyle Walker, dan Sergio Aguero yang persentase kepemilikan oleh tim lain di atas 70%. Bahkan juga ada nama Michail Antonio dan Diego Costa yang juga dimiliki lebih dari 8 tim lainnya.
 
Cerdasnya, Gumregah United memberi faktor berbeda yang luar biasa. Ada nama Lee Grant (Stoke) yang tetiba clean sheet dan Charlie Austin  (Southampton) yang membuat brace. Sehingga mainstreamnya agak bermakna karena ada faktor pembeda yang tepat.
 
Gelar pemain terbanyak dimiliki di FPL Ngalor Ngidul yang tadinya milik Capoue kini dikudeta oleh bek Tottenham, Kyle Walker. Sebanyak 13 tim mempercayakan lini belakangnya dalam naungan Walker. Perjudian yang terbilang gagal karena poin Walker hanya 2.
 
Sementara minus dengan tragedi minus satu yang dialami oleh Christian Benteke dan Sergio Aguero, dampaknya juga besar karena beberapa tim memiliki mereka berdua. Aguero sendiri masih ada di 12 tim, sedangkan Benteke di 6 tim.

Opsi-opsi terbuka untuk menjadi lebih mainstream lagi pekan mendatang!

Related Posts

0 komentar:

Komen, yuk!