31 October 2016

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW10: Bench Boost Ngodo FC dan Terjerembabnya Gumregah United

FPL Ngalor Ngidul semakin seru saja dan semakin terbukti bahwa gelaran ini tidak bisa semata-mata menggunakan teori belaka. Keberanian untuk investasi dalam poin minus, permainan coverage, hingga pemilihan kapten yang tepat menjadi kata kunci. Oh, termasuk juga penggunaan salah satu dari empat bantuan yang disediakan. Hal itulah yang menjadi kunci keberhasilan tim gurem Ngodo FC untuk memenangi GW10 kali ini.
 
Menggunakan bala bantuan berupa bench boost, Ngodo FC memanen 19 angka dari Schmeichel, Gibson, dan Fachri Husaeni-nya Wales, Joe Allen. Sebenarnya, ada James Milner di bench yang bernilai nol, alias tidak semua bench digunakan, namun angka 19 tentu cukup besar untuk mencapai nilai 88 sekaligus mengungguli beberapa sesama tim gurem yang kebetulan bernilai tinggi seperti Ronarid FC (79) dan Yuara FC (66).
 
Pemilihan pemain yang tepat juga sebenarnya tidak baik-baik benar dilakukan oleh Ngodo FC. Bayangkan saja, dari 11 pemain, ada 5 pemain yang nilainya hanya 1. Iya, sebiji. Boruc, Cook, Rose, Fonte, dan Antonio total jenderal hanya menyumbang 5 poin. Jumlah sama juga disumbang duo Watford, Capoue dan Deeney. Nilai besar Ngodo FC hanya ditentukan oleh 3 pemain saja, yakni Sanchez (13 poin), Aguero (16 poin), dan kapten Lukaku (24 poin). Yah, begitulah, namanya juga beruntung.
 
Ronarid FC juga perlu jadi highlights. Selain karena selama ini tidak pernah dibahas karena memang tidak berprestasi, namun pilihan-pilihan pemainnya juga menjadi tim medioker ini meraih angka besar, 79. Patut diingat bahwa jika Ronarid FC meraih poin segitu pada GW1, GW3, GW4, GW6, GW7, GW8, atau GW9 maka dipastikan Ronarid FC menjadi yuara GW. Sayangnya tidak.
 
Mesakke.
 
Ronarid FC sendiri mendulang poin juga dari Allen, Sanchez, dan Lukaku, serta pembeda dalam diri Heaton, Coutinho, dan Costa. Sekali lagi, dalam FPL Ngalor Ngidul, pemilihan pemain yang tepat adalah kunci untuk meraih kesuksesan, karena kita tahu bahwa key of success adalah kunci kesuksesan!
 
GW10 juga ditandai dengan lengsernya tim sejenis Liverpool--legendaris nir gelar--Gumregah United dari puncak klasemen untuk direbut kembali oleh yuara 3 kali FPL Ngalor Ngidul, Berkah FC.


Dekadensi penampilan Gumregah United ini ditandai dengan pilihan absurd untuk menempatkan striker tua bertato, Zlatan Ibrahimovic, yang terbilang sudah cukup ditinggalkan di FPL karena kepemilikannya telah turun dari 50-an persen ke 30-an persen. Selain itu, penempatan Shaqiri sebagai kapten juga terbukti blunder karena sumbangan poinnya hanya 1, jika dikali 2 jadinya 2. Satu ditambah satu sama dengan dua. Praktis hanya Barragan, Holebas, dan Costa yang menyumbang angka di atas 6. Pada prinsipnya, di GW10 ini Gumregah United terjerembab sepenuhnya.
 
Adapun tampaknya tim spesialis juru kunci, Yuara FC, kembali lupa password. Setidaknya dibuktikan dengan tidak dilakukannya transfer pada GW ini, serta menempatkan Snodgrass yang cedera di line up dengan pemain pengganti lini pertama adalah Reid yang juga cedera. Namun beruntungnya Islam Slimani tidak dimainkan Opa Ranieri sehingga Vice Captain dikali dua, kebetulan posisi itu milik Aguero yang lagi keren. Tapi tetap saja, Yuara FC masih jauh bahkan untuk menempus batas atas zona merah.
 
Dari sisi klasemen finansial, Borbor O'Barabir sebagai pemilik Gumregah United masih berjaya di puncak dengan saldo dua kali lipat lebih penguni posisi ketiga yang kebetulan baru merangsek naik, Ngodo FC. Di tengah-tengah antara kedua tim yang jadi judul posting ini, ada Berkah FC. Tiga tim lain yang masih plus adalah PSKPS, Sepatu Perak FC, dan Beuh Bebel. Beuh Bebel dalam kondisi rawan karena jika GW depan kalah head to head, saldonya kembali fitri. Patut dicatat bahwa saldo minus FK69 semakin mengkhawatirkan, sudah nyaris 3 kali lipat uang makan PNS sehari. FK69 harus melakukan revolusi mental guna menghindari keterpurukan lebih lanjut.
 
Kiranya demikian saja review FPL Ngalor Ngidul GW10 ini. Nantikan keseruannya lagi pekan demi pekan hanya di fplngalorngidul.xyz. Selain itu, FPL Ngalor Ngidul juga memiliki fanspage. Jangan lupa di-like ya, kakak!
 
Ciao!

17 October 2016

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW8: Kemenangan Ketiga Gumregah United

Meskipun tidak pernah mampu menjadi yuara dalam 4 gelaran FPL Ngalor Ngidul yang telah lewat, manajer Gumregah United yakni Borbor O'Barabir tetap dikenal sebagai legenda. Ya, kalau di Liga Inggris itu levelnya mungkin Claudio Ranieri. Nyaris juara sering, juara beneran kagak.
 
Borbor O'Barabir yang memutuskan untuk meninggalkan Wes Ewes Ewes FC untuk membesut Gumregah United rupanya juga berlaku layaknya Ranieri musim lalu. Tim debutan yang disponsori oleh building supplies yang juga menjadi sponsor website ini tiba-tiba menjadi begitu kuat layaknya beton. Dari 8 GW yang sudah berlalu, Gumregah United memenangi 3 diantaranya alias nyaris separo. Termasuk kemenangan sengitnya dari Plentus FC di GW 8 ini.
 
Kedua tim sama-sama mengumpulkan angka 64, sesuatu yang baru kali ini terjadi sejak era FPL Ngalor Ngidul Ultimate, sehingga yang bikin rumus perhitungan jadi bingung. FPL Ngalor Ngidul sendiri telah menetapkan aturan bahwa faktor minus paling dekat ke nol menjadi pembeda jika kebetulan ada angka yang sama. Perbedaan 1 transfer tambahan menjadi faktor yang membuat Gumregah United memenangi GW ke 8 ini.
 


Pembelian berbeda dalam diri Lee Grant (Stoke) dan Charlie Austin (Southampton) yang menyumbang 20 poin menjadi pengungkit Gumregah United pada GW 8 ini.
 
GW 8 sendiri ditandai dengan suramnya nasib pengguna Sergio Aguero dan Christian Benteke. Kegagalan keduanya mengeksekusi penalti membuat nilai mereka minus 1. Bertambah suram kala beberapa tim menggunakan mereka sebagai kapten. Ada 3 tim yang terpaksa minus 2 karena menggunakan Aguero sebagai kapten, yakni FK69, GEDE BAGE Calcio II, dan Orak Arik FC. Plus ada banyak tim lainnya yang ikutan minus karena punya Aguero di lini depannya. Baik itu tim papan atas seperti Gumregah United dan PSKPS hingga tim semenjana seperti Ronarid FC, Yuara FC, Wala Wala FC dan Ngodo FC.
 
Untuk dua tim terakhir, kisahnya malah lebih bikin menangis. Jika tim seperti Beuh Bebel, archie's babes, PSKPS, dan Berkah FC hanya minus 1 karena juga memiliki Benteke, maka Wala Wala FC dan Ngodo FC harus merelakan pengorbanan mereka dikhianati oleh striker Belgia itu.
 
Ngodo FC tampaknya sudah geregetan untuk menyimpan wildcard lebih lama lagi, sementara tim-tim lain sudah menggunakan jurus maut itu. Pada GW 8 ini, Ngodo FC dengan mantap mengubah susunan tim via wildcard dengan tim ber-coverage tinggi. Sebelas pemain di line up berasal dari 11 klub yang berbeda. Tim medioker ini kemudian menempatkan Benteke sebagai kapten. Hasilnya? Jelas, minus dua.
 
Wala Wala FC tercatat minus 8 karena menggunakan 2 transfer tambahan, serta menempatkan Benteke sebagai kapten dengan menggunakan kartu truf triple captain. Hasilnya? Karena Benteke poinnya minus 1, jika dikali tiga, ya minus 3. Total jenderal, Wala Wala FC kehilangan 11 poin. Sebuah contoh pertaruhan yang gagal.
 
Dari klasemen finansial, Gumregah United berada sendirian di menara gading. Gadingan. Tim dengan manajer legendaris yang terbukti belum pernah yuara musim di FPL Ngalor Ngidul ini dikuntit oleh dua jawara, Berkah FC dan PSKPS. Kemenangan mengejutkan Ngodo FC dan Beuh Bebel beberapa GW silam masih menempatkan keduanya di papan atas. Di papan bawah, Yuara FC masih bersama-sama dengan FK69 dan Ronarid FC untuk bergumul dalam lumpur hisap degradasi. Kasihan.
 
FPL Ngalor Ngidul jelas semakin menarik dan untuk itu terus ikuti di website ciamik ini.
 
Ciao!

[Analisis] Tim Mainstream GW 8 FPL Ngalor Ngidul

FPL Ngalor Ngidul telah berada dalam langkah ke-8. Menyambung posting sebelumnya tentang tim mainstream di FPL Ngalor Ngidul, rupanya terjadi perubahan drastis. Ya, pembenahan tim di FPL Ngalor Ngidul begitu dinamis. Sama dinamisnya dengan yang lupa ganti kapten karena ke Gereja.
 

Masih 17 tim yang berlaga, dengan masing-masing 11 pemain dalam tim tersebut, alias slot sejumlah 187. Jika GW ke 7 hanya ada 66 pemain, maka pekan berikutnya bertambah menjadi 73 pemain. Jumlah yang menambah variasi 7 pemain, dari 17 tim. Angka yang cukup signifikan. Dari 73 pemain itu, 41 diantaranya sendirian dan menjadi bukti pembeda dalam poin-poin kritis.
 
Satu hal yang menarik misalnya pemilihan Yuara FC pada Islam Slimani sebagai kapten. Kemudian juga keberadaan Nemanja Matic yang ternyata membuat assist. Termasuk juga Redmond, Holebas, Grant, Eriksen, Callum Wilson, dan Austin, nyata-nyata memberi poin-poin besar.
 
Ronarid tetap memegang kunci sebagai tim mainstream dengan rerata 43,85%. Sedangkan Doa Mama Season V telah memcoba melakukan variasi hingga kini turun ke rangking 6 dngan 36,90%. Sepatu Perak FC masih menjadi tim antimainstream dengan rasio 12,83%, diikuti Ngodo FC dengan 20,32%. Yah, ini memang peringkat rerata persentase pemain yang digunakan. Namun keberadaan Ngodo FC dan Yuara FC di atas Sepatu Perak FC jelas menekankan kemediokeran kedua tim ini dalam kerasnya FPL Ngalor Ngidul.
 
Hal menarik lain adalah munculnya Gumregah United di peringkat ke-3 tim mainstream dengan rasio 39,57%. Pemuncak klasemen sementara dan yuara 10 musim silam ini memiliki Etiene Capoue, Kyle Walker, dan Sergio Aguero yang persentase kepemilikan oleh tim lain di atas 70%. Bahkan juga ada nama Michail Antonio dan Diego Costa yang juga dimiliki lebih dari 8 tim lainnya.
 
Cerdasnya, Gumregah United memberi faktor berbeda yang luar biasa. Ada nama Lee Grant (Stoke) yang tetiba clean sheet dan Charlie Austin  (Southampton) yang membuat brace. Sehingga mainstreamnya agak bermakna karena ada faktor pembeda yang tepat.
 
Gelar pemain terbanyak dimiliki di FPL Ngalor Ngidul yang tadinya milik Capoue kini dikudeta oleh bek Tottenham, Kyle Walker. Sebanyak 13 tim mempercayakan lini belakangnya dalam naungan Walker. Perjudian yang terbilang gagal karena poin Walker hanya 2.
 
Sementara minus dengan tragedi minus satu yang dialami oleh Christian Benteke dan Sergio Aguero, dampaknya juga besar karena beberapa tim memiliki mereka berdua. Aguero sendiri masih ada di 12 tim, sedangkan Benteke di 6 tim.

Opsi-opsi terbuka untuk menjadi lebih mainstream lagi pekan mendatang!

02 October 2016

[Review] FPL Ngalor Ngidul GW7: Pertarungan Ketat Dua Jawara

Fantasy Premier League telah melewati Game Week 7 dengan menghasilkan kekalahan pertama untuk pemuncak klasemen, Manchester City. Investasi pada sosok Kun Aguero, pada akhirnya zonk karena striker lumbung poin itu mandul di pertahanan Tottenham Hotspur. Hal ini sekaligus menjadikan pemilik pemain bertahan Spurs mendulang angka, di FPL Ngalor Ngidul sendiri ada Hugo Lloris, Jan Vertonghen, dan yang paling mainstream Kyle Walker.
 
GW 7 ini dimenangkan melalui pertarungan ketat dua jawara yang pernah ada di FPL Ngalor Ngidul, yang secara kebetulan juga bertemu di head to head. Sama-sama bertaruh minus 4 untuk pertama kalinya sejak FPL Ngalor Ngidul digelar, Berkah FC dan PSKPS akhirnya membukukan angka 59 dan 60. Nilai 60 ini adalah poin yuara GW terkecil sejak FPL Ngalor Ngidul musim 5 digelar. 

Selisih 1 poin ini juga menjadi kemenangan paling dramatis yang terjadi dalam gelaran FPL Ngalor Ngidul musim ini. Hal yang sangat wajar karena dari 4 musim FPL Ngalor Ngidul sebelumnya, hanya dua tim ini yang bisa menjadi jawara dengan Berkah FC memenangi 3 diantaranya.
 
Seperti telah dibahas di web ini sebelumnya, baik PSKPS dan Berkah FC memiliki indeks mainstream antara 30-35%. PSKPS sendiri lebih rendah dengan 30,5% adapun Berkah FC 34,8%. Angka keduanya berada jauh di bawah Doa Mama Season V sebagai raja mainstream. Hal ini menjadikan persaingan ketat karena kesamaan di skuad keduanya hanya pada Etiene Capoue dan Michail Antonio yang kebetulan tidak berbuat apa-apa.


Distribusi poin keduanya terbilang merata. Pickford sebagai kiper Berkah FC misalnya, meski kebobolan namun membukukan 6 saves plus mendapat bonus poin 2, sehingga perolehannya sama dengan Petr Cech di pihak PSKPS. Poin-poin besar juga diperoleh Phil Jagielka, Roberto Firmino, Romelu Lukaku, dan Diego Costa di sisi Berkah FC. Sedangkan di PSKPS ada Wes Morgan, Kyle Walker, Nacer Chadli, Callum Wilson, dan Christian Benteke.
 
Pembeda keduanya adalah kapten. Pertaruhan PSKPS untuk menggunakan Chadli sebagai kapten berbuah manis karena dia memang peraih poin tertinggi. Seperti pernah juga dibahas di website ini bahwa Chadli adalah pilihan bijak untuk lini tengah. Adapun kapten Berkah FC adalah Alexis Sanchez yang kebetulan tidak bisa berbuat apa-apa di depan Tom Heaton.
 
Bersaing di level kedua ada Plentus FC dan Orak Arik FC dengan perolehan 56 dan 55. Sedangkan di papan bawah kita masih mendapati nama-nama klasik. Kecuali Doa Mama Season V di juru kunci (29), tim-tim seperti Ngodo FC (35), Wala wala FC (36), Summon dan GEDE BAGE Calcio II (37), dan dua pemain wajib: Yuara FC dan Ronarid FC (39), tetap konsisten di papan bawah.
 
Dengan penggunaan minus pertama kali oleh Berkah FC dan PSKPS, maka tim yang belum menggunakan transfer tambahan bersisa Orak Arik FC, Doa Mama Season V, dan Yuara FC. Sedangkan yuara minus tetap GEDE BAGE Calcio II yang sudah 15 kali melakukan transfer ekstra, alias lebih dari 2 per pekan, dan belum membuahkan apa-apa. 

Kasihan.



Dari klasemen finansial, kemenangan GW7 membawa PSKPS ke posisi ketiga, menyingkirkan dua kejutan, Ngodo FC dan Beuh Bebel. Gumregah United masih di puncak setelah saldo pekan ini imbang pasca kemenangan atas tim gurem, Ngodo FC. Secara nominal, Gumregah United meninggalkan Berkah FC meskipun keduanya masih ada di posisi teratas dengan bekal dua kali yuara GW. Tim yang harus bersiap membayar banyak kini mulai mengerucut ke dua tim, debutan Ronarid FC dan langganan pembayar Yuara FC.
 
Fantasy Premier League akan rehat untuk pekan depan demi jeda internasional. Transfer akan menjadi seru karena ini menyangkut pemain-pemain yang kemungkinan cedera di laga internasional itu. Jadi, simak terus keseruan FPL Ngalor Ngidul hanya di fplngalorngidul.xyz!
 
Ciao!

[Tips] Four Little Known Secrets for Fantasy Premier League Managers

Here are five secrets and hints for Fantasy Premier League managers, refer to an experiences manager post.
 

Cheap overachieving defenders and goalkeeper
 
Don’t spend on expensive defenders or goalkeeper, especially early on in the current season. Since it’s so usual for defenders to pull just 1-2 points each week, the preferred formation is 3-4-3, or 3-5-2. Later on in the season once your team value is sizzling, you may switch a cheaper defender for a big hitter.
 
Join Head-to-Head (HtH) league and prepare for next opponent
 
By checking your next opponent’s team, you can plan your transfers, line-up, formation, or captain so you won’t lose this battle. It doesn’t mean you go overboard and totally overhaul your team based on opponent’s team. It just means checking out opponent’s perspective. Opponent will often have a player who is consistently bringing in points.
 

 Transfers on late Saturday or early Sunday and Wednesday nights
 
The Fantasy Premier League website updates a player’s value based on his transfers in and out ratio. This means after the games we should confidently make transfer(s) before everyone else. If a player under performed on Saturday, don’t wait too long until later in the week to sell him. Sell him before his value drops. By Wednesday night you should have important updates on injuries and possible rotation for the bigger clubs’ upcoming fixtures. A common strategy is to make 1-2 immediate moves Sunday, feel out the midweek, and save a transfer for late in the game week in case a player picks up a training injury or didn’t recover from injury in time.
 
Build Team Value!
 
Building team value until late in the season is the most important tip. Make transfers 36 out of 38 weeks with 1-3 transfers per week. You can go for the in-form players you think the masses will buy. If Islam Slimani scored a goal and had two assists, you can buying him. Buy player(s) early and sell if not performing for 2 consecutive weeks. Don't be patient with players who doesn’t perform 2 weeks in a row, doesn’t matter if it’s Aguero or Ibra. Get them out from your team before their value drops and get someone else who’s heating up like Heung-Min Son. The key is to balance each week’s transfers points deduction, minus 4 points or  minus8 points, especially early on in the season. Don’t mind to taking a hit for a few weeks early on because we know after January when most people will have 1-2 strong forwards, we can pull Aguero, Ibra, and Benteke until May while still having a monster midfield.