19 September 2016

[Review] Ukuran Keberhasilan Penggunaan Wildcard di FPL Ngalor Ngidul


Pada GW ke 5, member FPL Ngalor Ngidul ramai-ramai menggunakan bantuan. Eh, nggak ramai-ramai amat juga, sih. Kalau ramai namanya Pasar Tanah Abang. Tercatat 6 member memanfaatkan kartu kunci berupa Wildcard untuk GW5 ini. Sungguh pilihan sulit, namun semuanya pasti sudah jengah dengan hasil dua GW sebelumnya. Adapun Ronarid FC entah bagaimana pola pikirnya malah menggunakan Bench Boost.
 
Adapun Gumregah United, Beuh Bebel, Orak Arik FC, Doa Mama Season V, PersiDjem Boet, Summon, Sepatu Perak FC, Ngodo FC, YUara FC, dan Plentus FC tidak menggunakan wildcard ini. Sebagian karena sudah duluan, sebagian belum. WC memang pilihan hidup, kayak jodoh.
 
Hasilnya?
 

Tim yang bermarkas di Stadion Pahoman, archie's babes yang paling berhasil WC-nya. Naik dari 29 hingga 80 poin, tim ini membukukan kebangkitan sebesar 176%. Benar-benar perombakan yang berhasil. Capaian lebih dari 100% juga diperoleh Berkah FC yang bangkit dari 37 ke 87, sekaligus menjadi yuara GW. Ini benar-benar Wildcard yang tidak sia-sia.
 

Peringkat keberhasilan ketiga dipegang oleh yuara bertahan, PSKPS, yang jeblok dengan 38 poin GW silam, menjadi 71 GW5 ini, alias kenaikan 87%. Sialnya, PSKPS harus bertemu archie's babes dalam big match Head to Head, walhasil runner up HtH musim lalu ini takluk dengan terhormat.
 
Adapun 3 member lain juga mengalami kenaikan namun kiranya kurang signifikan dibandingkan pentingnya WC bagi kehidupan FPL Ngalor Ngidul. Juru kunci sepanjang hayat, FK69, menggunakan WC untuk mengangkat kinerja tim dari 38 ke 52 (37%). Jagoan minus, GEDE BAGE Calcio II naik dari 61 ke 80 (31%). Sedangkan yang paling siyal adalah Wala wala FC yang dengan pemanfaatan WC berubah dari 36 ke 42, alias 17%.
 
GW5 memang jadi catatan tersendiri karena faktor kemenangan Manchester City, Liverpool, dam Everton, mengingat pemain-pemain seperti Raheem Sterling, Kevin De Bruyne, dan Romelo Lukaku menjadi pemain-pemain mainstream yang kebetulan juga poinnya sedang besar.
 
Kesimpulannya, namanya WC perlu dipertimbangkan masak-masak, layaknya menikah. Karena keberhasilan peningkatan poin di FPL Ngalor Ngidul membuktikan bahwa hanya 50% pengguna WC yang naiknya signifikan, sedangkan sisanya di bawah 40%, bahkan ada yang 17%.
 
Ya, gitu aja, sih.

Related Posts

0 komentar:

Komen, yuk!