30 September 2016

[Analisis] Tim Mainstream di FPL Ngalor Ngidul

FPL Ngalor Ngidul memasuki GW ke 7, transfer pemain semakin kemana-mana. Kali ini, FPL Ngalor Ngidul hendak mengulas pemilihan pemain. Kita semua tahu, dalam persaingan harus ada faktor pembeda. Misalnya ada 2 tim bersaing namun dua-duanya punya Ibra, Aguero, dan Coutinho maka persaingan itu hampa. Artinya kalaupun Ibra, Aguero, dan Coutinho mencetak gol, kedua tim sama-sama bagus nilainya.
 
Inilah yang membuat para member harus membuat pilihan yang tepat dalam komposisi pemain, termasuk di GW7 ini.
 
Jumlah Pemain yang Digunakan
 
Dari 17 tim yang berlaga, dengan masing-masing 11 pemain dalam tim, sudah barang tentu slotnya ada 187, namun rupanya hanya digunakan untuk membeli total jenderal 66 pemain saja. Jadi artinya akan banyak pemain yang sama, setidak-tidaknya dari setiap slot kemungkinan ada 3 pemain yang sama. Dari 66 pemain itu, 31 diantaranya--nyaris separuh--adalah pemain tunggal, alias hanya ada 1 di FPL Ngalor Ngidul. Jadi semakin banyak lagi faktor kesamaan yang akan muncul dan mengandalkan faktor-faktor pembeda. Diantara yang hanya 1 itu adalah Santi Cazorla, Seamus Coleman, Jermain Defoe, Christian Eriksen, Roberto Firmino, Branislav Ivanovic, Riyad Mahrez, hingga Joel Matip. Nama terakhir abaikan saja, itu pasti punya PersiDjem Boet yang selalu menggunakan 3 pemain Liverpool dalam timnya.
 
 
Pemain Paling Laris
 
Dari 17 tim, 14 diantaranya--alias 82,35%--memiliki Etiene Capoue! Dengan harganya di bawah 5 dan capaian gol yang mumpuni, jelas Capoue adalah pilihan bijak agar masih ada sisa uang untuk belanja bulanan. Persentase 82,35% ini lebih tinggi daripada statisik FPL global bahwa hanya 42,4% manajer saja yang memiliki Capoue.
 
Di urutan kedua ada Sergio Aguero yang dimiliki 11 pemain, alias 64,71%, juga lebih tinggi dari angka global yang 42,2%. Pada urutan ketiga ada anomali FPL Ngalor Ngidul bahwa ada 2 pemain yang dipilih dengan persentase hingga 58,82% alias 10 tim, meskipun rataan globalnya rendah. Dia adalah Diego Costa dengan angka global 26,8% dan Michail Antonio yang di dunia hanya dipilih 18% belaka.
 
Tim Paling Mainstream
 
Nah, jadi tim mana di FPL Ngalor Ngidul yang paling mainstream alias punya pemain yang menyerupai komposisi di tim lain? Dengan hanya ada Coleman dan Jordi Amat sebagai pemain yang berbeda dengan 16 tim lain, Doa Mama Season V dinobatkan sebagai tim paling mainstream di FPL Ngalor Ngidul. Terutama juga karena kipernya, Ben Foster, adalah kiper paling mainstream di liga ini. Ada 4 tim lain yang kipernya sama. Belum lagi dengan trio striker mahal Aguero, Ibrahimovic, dan Costa yang semuanya di atas 40 persen alias setidaknya ada 6 tim lain yang punya mereka bertiga. Capaian mainstream Doa Mama Season V adalah 40,6%.
 
Doa Mama Season V diikuti oleh Ronarid FC dengan rataan mainstream 40,1%. Namanya juga sama-sama mainstream, maka skuad Ronarid FC jika dibandingkan Doa Mama Season V juga tiada kalah beda. Setidaknya ada nama Foster, Valencia, Capoue, Antonio, Snodgrass, Aguero, dan Costa. Ada tujuh pemain yang sama. Faktor pembeda menjadi penting dengan Ronarid FC menggunakan Rondon dan Doa Mama Season V memakai Ibra.


Tim Paling Anti Mainstream
 

Dari persentase di FPL Ngalor Ngidul ada 1 tim bosok yang indeks mainstreamnya di bawah 20%. Sepatu Perak FC memiliki komposisi skuad dengan persentase 15,5% saja. Tim ini punya Thibaut Courtois, Nicolas Otamendi, Holgate--yang nggak main itu--, Gareth Barry, hingga Llorente. Tim ini juga satu-satunya yang memiliki De Bruyne di line up meski jelas-jelas cedera. Pilihannya jelas, antara lupa password atau lupa kalau GW7 sudah dimulai Sabtu subuh.
 
Jadi, bagaimana kira-kira komposisi anti mainstream itu dapat menjadi faktor yang membawa persaingan di GW7. Menarik untuk disaksikan!

Related Posts

0 komentar:

Komen, yuk!