21 September 2016

Laporan Gathering Nasional FPL Ngalor Ngidul



Sesudah memasuki musim ke-5, FPL Ngalor Ngidul kembali membuat gebrakan yang sulit untuk dilakoni oleh liga-liga Fantasy Premier League lainnya. Gebrakan tersebut sejatinya bahkan telah terjadi tiga kali. Apa itu? Gathering! Ini bukan penyedia makanan saat kawinan ya, itu catering.

Gathering perdana dihelat bulan Mei 2015 di Jogja, berhasil mengumpulkan member FPL Ngalor Ngidul dari Jakarta, Tegal, dan Semarang. Gathering kedua dilaksanakan kurang lebih medio semester 1 2016 dengan hadirnya perwakilan dari Serpong, Jakarta, Pulo Gadung, sekaligus Pangkalpinang dan digelar di Kelapa Gading dalam suasana hujan deras.
 

Adapun Gathering ketiga diberi judul Gathering Nasional karena pesertanya meliputi member-member FPL yang beredar di Denpasar, Jogja, Tegal, Lampung, dan Jakarta. Mengingat cakupan tiga pulau sudah dipenuhi, maka layak diberi judul Gathering Nasional.
 
Persiapan
 
Agenda Gathering Nasional dimulai dengan tibanya sang kapten yang merupakan manajer Yuara FC--tapi kalahan--di bandara Soekarno Hatta, bersamaan dengan tibanya manajer PersiDjem Boet yang membawa pie susu dari Bali. Dengan rajin dan cepat tanggap, jagoan minus yang adalah manajer GEDE BAGE Calcio II menjemput kedua member tersebut di kejauhan. Secara luar biasanya, sang kapten berhasil melakukan teknik gendam terkini sehingga akhirnya bisa diantarkan ke CIBUBUR. Edan tenan.

 

Pada saat yang sama, manajer archie's babes melayang dari Lampung dan tiba di Tangerang tanpa ada yang menjemput. Mesakke. Naik Damri ke Gambir pada akhirnya menjadi solusi optimal karena mobil operasional yang habis mengantar dari Cibubur sedang dalam perjalanan ke Gambir. Toh, di Gambir juga tiba tamu jauh dari Tiongkok cabang Tegal, manajer dari yuara 3 musim perdana FPL Ngalor Ngidul, Berkah FC. Sisanya, dengan menggunakan teknologi Gojek, manajer PSKPS tiba juga di Gambir.
 


Lima manajer telah tiba dengan bahagia di Jakarta untuk lantas menuju Mall Kelapa Gading hendak melakukan transaksi dengan manajer tim kalahan, Ronarid FC, yang bertugas mengurus akomodasi dan kebetulan sedang mengajak tiga wanita jalan-jalan. Luar biasa! Tiga! Istrinya, anaknya, dan mbak yang momong. Sebenarnya begitu, sih.
 
Pasca mengonsumsi pangan tanpa label halal MUI, kelima member bergegas menuju apartemen Gading Icon--yang tidak terletak di Kelapa Gading--untuk melakukan persiapan. Di perjalanan, satu mobil yang disupiri manajer tim kalahan lainnya, Ngodo FC, telah bersiap mengikuti. Sekarang enam member telah berkumpul dengan bahagia dalam perjalanan ke Gading Icon. 



Sesampainya di Gading Icon, dua mobil berhasil memperoleh hal yang sangat sulit didapat di apartemen tersebut: tempat parkir. Naik ke lantai 19, keenam member mulai melakukan persiapan, antara lain bobok siang. Pada saat yang sama, legenda FPL Ngalor Ngidul yang setara Liverpool karena nggak pernah yuara, manajer Gumregah United, tiba dengan teknologi Gojek, setelah berdiri sepanjang Rawabuntu hingga Tanah Abang.
 

Persiapan terakhir adalah menjemput pemilik tim Doa Mama Season V yang baru berangkat dari Jogja pukul 15.40 dan untungnya tiada delay. Jadi, selagi manajer lain yang ada di Gading Icon bobo siang, manajer GEDE BAGE Calcio II dan PSKPS berangkat menjemput manajer Doa Mama Season V ke Bandara Halim Perdanakusuma. Kehadiran manajer Doa Mama Season V ini begitu penting dan krusial karena dia yang bawa kaos. Kaos baru FPL Ngalor Ngidul dengan 4 sponsor. Warbiyasak.
 

 

Dari bandara Halim Perdanakusuma, mobil yang memuat tiga member ini bergegas ke Tifosi, tempat futsal yang mirip AS Roma Irama. Pada saat yang sama, tim yang baru bangun tidur di Gading Icon juga berangkat. Ceritanya akan bersua langsung di Tifosi. Pada saat yang sama, manajer Yuara FC yang kalahan itu, ditambah Simbah dan Dismas menyusul dengan kendaraan masing-masing.
 

Setengah jam sebelum Gathering Nasional resmi dimulai, para member telah berkumpul dan berganti pakaian guna kepentingan foto. Foto bersama dengan kostum #2 dengan sponsor Dronesia dan ariesadhar.com didahulukan. Selanjutnya dilakukan pemanasan, sembari lawan berdatangan.

 
 

Ulasan Pertandingan
 

Ditopang member-member FPL Ngalor Ngidul yang berteknik tinggi dan bernapas rendah, serta ditunjang dua tambahan anak muda belia bernapas kuda, tim FPL Ngalor Ngidul memulai pertandingan melawan SOHO Lv. Bandiera sebagai lawan dengan baik. Serangan-serangan disusun dengan rapi dari belakang, urut abjad pula.

 


Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi--dan kestabilan napas yang rendah. Serangan terjadi silih berganti. Satu serangan dibalas empat serangan. Selalu saja demikian. Gol demi gol pada akhirnya bersarang bersahut-sahutan. Perlahan tapi pasti, pertahanan mulai terbuka dan keran gol semakin keras mengucur.

 


Teknik tinggi yang dipertontonkan oleh Rian Chocho Chiko, Dharmadyaksa, hingga Dominick mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan. Apalagi ditunjang mobilitas VP Agung dan Archie, serta pertahanan kokoh milik Handoyo dan Dismas, plus sayatan dari Lembayung berhasil menciptakan atmosfer pertandingan yang tidak kalah dengan Derby Manchester maupun Persib vs Persija. Apalagi kapten Snowi begitu pintar memainkan tempo. Saat tempo pertandingan tinggi, kapten Snowi akan berdiri diam dan tenang sehingga tempo yang tadinya tinggi perlahan mereda. Sungguh luar biasa.

 


Satu hal yang menjadi kekhasan dan kekuatan FPL Ngalor Ngidul adalah perbedaan kultur dengan tim futsal lainnya. Saat di tim lain ada pemain yang marah-marah karena diganti, di FPL Ngalor Ngidul para pemain akan berebutan minta diganti dan akan marah-marah juga nggak ada yang mau. Sebuah kultur baik yang dibangun untuk membagi kontribusi sehingga tim tidak terfokus dan tergantung pada satu dua orang saja.

 


Hingga saat pemilik lapangan futsal membunyikan peluit, puluhan gol berhasil diciptakan dan jumlah yang sangat banyak itu membuat semua lupa pada skor. Sungguh, pertandingan yang ciamiklah yang membuat semua orang yang ada di lapangan lupa menghitung skor. Toh, inti dari futsal merangkap Gathering Nasional ini bukanlah skor, melainkan permainan. Cintai mantan permainan! Bola adalah teman tapi mesra!

 


Malam Minggu Bersama
 

Menikmati malam adalah agenda Gathering Nasional selanjutnya. Sayangnya, faktor keple dan faktor jalanan membuat acara sedikit tersendat. Bagi pembaca blog ini yang pada tanggal 17 September 2016 lewat jalan sekitar Jatinegara dan kena macet, dipastikan itu adalah dampak dari Gathering Nasional FPL Ngalor Ngidul. Terima kasih kepada preman jalanan yang telah membantu membereskan segala sesuatunya.

 


Pukul 23.00 tepat, seluruh member tiba di satu-satunya lapo yang buka di Jalan Pramuka. Lapo seadanya saja, walaupun rasanya kurang memadai. Ini semua memang gara-gara keple. Total jenderal ongkos makan di tempat khas ini nyaris setengah juta. Bisa buat cicilan rumah subsidi. Beuh.

 


Agenda dilanjutkan dengan liga PES2016 di PlayStation 4 yang dibawa jauh-jauh dari Tegal. Semangat ditunjukkan oleh para peserta di awal-awal, sebelum kemudian pada berjatuhan tidur karena kelelahan mengingat tempo tinggi pertandingan yang telah ditampilkan beberapa jam sebelumnya. Walhasil, kejuaraan dimenangkan oleh Liverpool dengan manajer pengganti setelah VP Agung dipecat di tengah jalan karena ketiduran.
 

Perpisahan
 

Pagi menjelang dan matahari begitu dekat di lantai 19. Para member mulai bersiap untuk berpulangan, dimulai dari pengguna Kereta Api tujuan Tegal yang berangkat pukul 09.00 dari Gambir. Dilanjutkan tujuan Lampung dan Denpasar yang tengah hari akan melayang dari Soekarno Hatta. Diantar manajer kalahan Ngodo FC, ketiganya berangkat ke tempat masing-masing, disertai legenda FPL Ngalor Ngidul yang sekarang membesut Gumregah United.
 

Sisanya masih tinggal di Gading Icon dan membereskan sisa-sisa kerusuhan yang diciptakan. Manajer PSKPS harus bergegas pulang karena ada agenda review restoran, sedangkan sisanya lanjut nongkrong lagi untuk kemudian memungkasi Gathering Nasional FPL Ngalor Ngidul 2016 ini.



Ucapan Terima Kasih
 

Peluk cium dan ucapan terima kasih yang tiada terhingga kami sampaikan kepada pacar dan istri-istri para member yang telah dengan sudi, rela, dan ikhlas memberikan izin untuk melaksanakan Gathering Nasional FPL Ngalor Ngidul ini. Kerelaan pacar dan para istri merupakan sebuah berkah bagi para suami-suami untuk kemudian menumpahkan segala kemampuan yang dimiliki di atas lapangan vinyl. Terbukti gol demi gol berhasil dicetak dengan indah dan mantap oleh tim lawan.
 

Demikian laporan Gathering Nasional Fantasy Premier League Ngalor Ngidul kali ini. Terbukti bahwa liga FPL ini bukan sekadar main di dunia maya, melainkan juga guyub di dunia nyata. Selamat menantikan pertemuan-pertemuan FPL Ngalor Ngidul berikutnya!


Related Posts

0 komentar:

Komen, yuk!